Haidar Bagir Terima Penghargaan Di Korea Selatan

     Jakarta,  jurnalsumatra.com – Direktur Utama Mizan Haidar Bagir diundang ke Seoul, Korea Selatan untuk mendapatkan penganugerahan Global Business dan Interfaith Peace Award atas kiprahnya memberikan sumbangan terhadap pemahaman dan perdamaian antaragama di Indonesia.
Fokus utama dari acara Global Business and Peace Symposium and Awards ini adalah penyerahan Penghargaan Global Business and Interfaith Peace, yang diberikan kepada beberapa CEO di seluruh dunia atas promosi perdamaian yang mereka lakukan melalui pengetahuan dan tindakan lintas agama,  berdasarkan keterangan resmi kepada Antara di Jakarta,  Selasa.
Nominasi ajang penghargaan tersebut terdiri atas para CEO di lebih dari 25 negara. Juri penghargaan ini terdiri  atas perwakilan tingkat dunia, yaitu H. Nassir Abdulaziz Al-Nasser dari PBB, Ján Figeż dari Uni Eropa,  Katrina Lantos Swett dari LSM kebebasan beragama, Per L. Saxegaard dari komunitas bisnis dan perdamaian, dan Sunggon Kim dari komunitas agama dan perdamaian.
Ajang ini merupakan acara penganugerahan yang kedua. Prakarsa untuk merintis perdamaian ini dimulai oleh RFBF dan merupakan kolaborasi dengan Global Compact Network Korea, United Nations Global Compact (UNGC) dan UN Alliance of Civilizations (UNAOC). Akan berbicara juga dalam event ini mantan Sekjen PBB, Ban Ki Moon.

Haidar Bagir merupakan salah satu finalis dari enam belas orang yang menerima penghargaan ini. Ia dikenal dengan perannya yang banyak memberikan pemahaman dan perdamaian antaragama di Indonesia dalam bermacam cara. Diantaranya yaitu (1) mendirikan penerbit Mizan Group yang berperan dalam memperjuangkan pluralisme dan membentuk pemikiran Islam moderat dan progresif di Indonesia.
Mizan Publika (Mizan Group) telah menerbitkan sekitar 20.000 buku dari beragam genre, termasuk novel dan buku anak-anak.
Mizan telah menerbitkan buku-buku yang ditulis oleh pemikir Islam dan ilmuwan agama lain dari berbagai aliran pemikiran untuk mengangkat dialog lintas agama. (2) Menjadi pemimpin lebih dari empat puluh ilmuwan Muslim Indonesia untuk mengumumkan dukungan terhadap Gerakan Islam Cinta (GIC).
Tujuan utamanya yaitu untuk membangkitkan dan memobilisasi Muslim moderat dalam menghadapi ancaman radikalisme dan intoleransi di Indonesia yang meningkat. (3) Pendiri Yayasan Amal Khair Yasmin, yayasan filantropi dibidang pendidikan dan kesehatan khususnya masyarakat kurang mampu. (4) Aktif menjadi anggota Charter for Compassion International dan menjalankan Indonesia Chapter untuk mendorong dan memperkuat nilai-nilai welas asih di seluruh masyarakat Indonesia selama 3 tahun terakhir. (5) Menjabat sebagai penasihat Peace Generation Indonesia, sebuah organisasi yang berfokus untuk pendidikan perdamaian dan inisiatif terkait perdamaian.
Global Business and Interfaith Peace Award menjadi ajang bukti konsitensi Haidar Bagir dalam membawa pemahaman mengenai perdamaian antaragama di Indonesia. Khususnya dengan maraknya isu radikalisme dan intoleransi yang mewabah di Indonesia, kontribusi Haidar Bagir diharapkan menjadi penawar yang menerangkan bahwa Islam adalah agama cinta, damai, dan kasih sayang.(anjas)

Leave a Reply