Harga cabai di Palembang merangkak naik

Palembang jurnalsumatra.com – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang, Selasa, merangkak naik dari Rp25.000 menjadi Rp40.000 per kilogram karena dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan sejak dua pekan terakhir.

Aminah, pedagang cabai di Pasar Perumnas Palembang mengatakan kenaikan ini sudah diperkirakan karena sudah memasuki musim hujan.

“Sudah tiga hari ini Rp40.000/kg, sebelumnya sekitar Rp20.000-Rp30.000/kg,” kata dia.

Kenaikan harga cabai juga terjadi di Pasar Lembang Palembang seperti dikatakan salah seorang warga setempat, Jauhari. “Saya kemarin belanja belum naik, tapi sekarang sudah Rp40.000/kg,” ujar dia.

Petani sayuran di kawasan Pemulutan, Palembang, Ilham mengatakan pasokan cabai ke Kota Palembang memang berkurang lantaran sejumlah kebun mengalami banjir. Petani memilih mendiamkan kebunnya hingga bulan Mei mendatang.

Jika pun masih ada yang menanam saat ini maka diperkirakan akan panen pada 40 hari ke depan. Itu pun jika tidak terjadi gagal panen akibat pengaruh hujan lebat.

“Siklusnya memang begitu, jadi sekarang pasokan di Palembang hanya mengandalkan dari Jawa,” kata dia.

Terkait ini, Kepala Dinas Perdagangan Sumatera Selatan Agus Yudiantoro mengatakan pemerintah provinsi terus memantau ketersediaan pasokan cabai di Palembang dan Sumatera Selatan secara keseluruhan untuk upaya mengendalikan harga.

“Kami akan pantau stok di pasar induk Jakabaring. Jika memang sudah sedikit akan ditambah pasokannya. Sejauh ini, ada daerah-daerah yang menopang kebutuhan Palembang seperti dari kota-kota di Jawa dan dari Padang, Sumatera Barat,” kata Agus.

Saat ini kebutuhan cabai di Palembang mencapai 25 ton per hari yang disuplai dari sejumlah daerah, seperti Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Pagaralam.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 16 =