Harga Cabe Merah Kian Meroket


Pali, jurnalsumatra.com – Satu pekan pasca Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Pendopo masih terpantau tinggi. Seperti harga cabe merah.

Dari pantauan media ini Rabu (12/6/2019) harga cabe merah dibandrol Rp 60.000 per kg nya. Harga ini sedikit menurun mengingat ketika lebaran ketiga (Jumat, 7/6) yang lalu harga cabe merah sempat melambung hingga Rp 100.000 per kg. Harga Cabe rawit pun masih tinggi, yaitu di angka Rp 50.000 per kg dari sebelumnya yang hanya Rp 28.000 per kg.

Selain itu, harga ayam potong juga masih tergolong tinggi, dimana sebelum bulan puasa harga ayam potong hanya berkisar antara Rp 28.000 s.d Rp 30.000 per kg, namun hari ini terpantau di harga Rp 35.000 per kg.

Harga Bawang Putih juga belum pada harga biasanya, sebelum bulan puasa satu kilogram bawang putih bisa dibeli dengan harga Rp 25.000, namun kini harga bawang putih masih tinggi di angka Rp 40.000 per kg. Bahkan pada bulan puasa sempat tembus angka Rp 70.000 per kg.

Kendati demikian, sejumlah ibu rumah tangga mengaku mengeluhkan kondisi harga pasar yang belum juga stabil pasca bulan puasa dan juga Hari Raya Idul Fitri.

Seperti yang dikatakan oleh Nurlela (53), ibu rumah tangga yang tinggal di kelurahan Talang Ubi Timur. Ia mengaku dengan kondisi seperti itu, membuatnya harus ekstra berhemat dengan cara mengurangi pengeluaran yang lain. Bahkan tak jarang, dirinya juga hanya membeli kebutuhan pokok saja.

“Jadi jarang masak yang menggunakan cabe merah. Kami meminta agar pemerintah segera memberikan solusi, jangan sampai kondisi ini berlangsung lama, dan harga di pasar belum juga stabil. Sidak pasar juga selama ini belum ada efek yang terasa,” tambahnya.

Sementara itu, dari penuturan Sobri salah satu pedagang cabe merah di pasar tradisional Pendopo mengaku bahwa masih tingginya harga cabe merah disebabkan oleh agen cabe dari luar kabupaten PALI belum masuk.

“Jadinya pedagang cabe merah masih sedikit, stok masih terbatas dan harga belum bisa stabil,” ungkapnya. (hab)