Harnojoyo Fitranti Agustinda Diserang Habis Habisan

Palembang, jurnalsumatra.com – Walikota dan Wakil Walikota Palembang, Harnojoyo-Fitrianti Agustinda jadi sasaran kritikan pihak lain terutama rival dalam Pilwako nantinya.

Meski telah bekerja maksimal untuk memajukan Palembang, pasangan calon petahana ini, masih dianggap tidak mampu memimpin.

Hal ini disampaikan pengamat hukum dan politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr. Febrian yang melihat ada penentangan-penantangan dari pihak tertentu, terhadap pemerintahan sekarang jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Dalam teori pemerintahan, siapapun yang menjadi incumbent atau petahana, adalah orang yang berkuasa pada pemerintahan saat itu, lalu siapapun yang ingin menduduki kekuasaan itu maka itulah yang disebut kelompok oposisi

Oleh karena kaum atau kelompok petahana sedikit dan membawa program yang banyak, gampang sekali menjadi target kritik dari kelompok oposisi berjumlah banyak.

“Apapun itu bentuknya, mau itu walikota, bupati, gubernur atau presiden sekalipun akan jadi sasaran empuk kelompok oposisi yang ingin memposisikan sebagai kelompok yang memiliki program yang berbeda, walaupun nanti dalam praktiknya bisa saja sama,” ulasnya.

Untuk itu masyarakat harus dapat memilah mana yang memiliki program mana yang hanya menjatuhkan. Harus dieketahui sosok pemimpin yang benar-benar peduli dan tidak hanya bicara dalam bertindak.

“Masyarakat harus cerdas menilai, dan incumbent juga harus diukur kinerja serta diberikan penilaian. Jika memang sudah baik, terukur dan terbukti apapun itu pasti bisa dibantah. Karena masyarakat juga sekarang sudah cerdas, mana yang betul-betul kerja dan mana yang benar-benar menjalankan program kerjanya atau cuma mencari kekuasaan saja. Semua itu dapat dilihat sendiri masyarakat,” tuturnya.

Untuk saat ini, Febrian melihat program kerja yang dilaksanakan petahana sudah sangat bagus. Melalui program Gotong Royong dan Subuh Berjamaah, membuktikan jika pemimpin tersebut memiliki kepedulian dalam setiap aspek.

Dimana, Subuh Berjamaah mampu menjadi program dasar untuk menciptakan kota aman, nyaman serta bertanggung jawab.

Selanjutnya program gotong royong juga sukses merubah pola pikir masyarakat. Apalagi melalui program ini Pemkot Palembang mampu menghemat anggaran dan mengalihkannya ke sektor pendidikan serta kesehatan.

“Saya lihat kedua program ini sudah mampu mencover seluruh program pemerintahan yang sebenarnya. Tentu itu diiringi dengan pembangunan serta penyediaan fasilitas pendukung,” imbuhnya.

Sejauh ini Palembang semakin baik dan penyediaan fasilitas pendukung untuk menyambut Asian Games 2018, banyak juga campur tangan dari pemerintahan kota Palembang sekarang.

“Kritik itu wajar karena itulah bagian dari politik praktek. Karena memang itu target dari kritik terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan incumbent,” ulasnya.

Febrian berharap agar Pilkada Palembang dapat berjalan dengan lancar. Dan pihak tertentu dapat mengetahui batasan-batasan terkait calon kepala daerah yang didukung.

“Untuk calon incumbent atau petahana yang akan kembali maju pada Pilkada Kota Palembang, dapat menyikapi hal itu secara bijak. Karena itu konsekuensi orang yang duduk dalam kekuasaan pemerintahan akan mendapat kritikan tajam dari penentangnya yang juga ingin berkuasa,” tandasnya. (relis humas pemkot sumsel/amir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − twelve =