HDA Berpeluang Pimpin Golkar Empat Lawang

Palembang, jurnalsumatra.com – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Empat Lawang David Hadrianto Al Jufri (HDA), kembali berpeluang memimpin Golkar Empat Lawang untuk lima tahun kedepan

Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kabupaten Empat Lawang akan digelar pada 3-5 Agustus mendatang, dengan agenda utama memilih ketua.

HDA masih berambisi untuk memimpin Golkar Empat Lawang untuk periode kedua. Ia mengklaim telah mendapatkan dukungan penuh dari 10 kecamatan yang memiliki hak suara.

“Syarat minimal kan harus dapat dukungan 30 persen dari pemilik suara (Kecamatan), dan Insya Allah kita sudah dapat dukungan semuanya,” kata HDA, Ahad (26/7/2020).

Menurut anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel ini, akan jadi tantangan bagi dirinya jika nanti kembali dipercaya memimpin Golkar Empat Lawang.

Dimana, ia ingin mengembalikan kejayaan partai Golkar yang sempat meraih 10 kursi di DPRD Empat Lawang pada 2014 silam.

Namun pada 2019 anjlok hanya mendapat 4 kursi. Dimana raihan 10 kursi pada Pileg 2014 itu sangat luar biasa, dimana rata- rata setiap Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada, Golkar bisa meraih 3 kursi.

Hal ini juga karena pengaruh ketua Golkar saat itu sekaligus Bupati yang memiliki strategi berlian.

“Tantangan kedepan, saya ingin membuat lebih besar partai Golkar jadi pemanang, baik di legislatif maupun eksekutif. Pekerjaan rumah ini harus kita lakukan dari sekarang,” katanya.

Sementara untuk Musda Golkar nantinya, hampir dipastikan diungkapkan David, partainya tidak menerima bakal ketua dari luar kader, mengingat Golkar tidak kekurangan kader potensial.

“Memang ada aturan jika dari luar kader, dan harus dapat rekomendasi DPP Golkar (Disepensasi), tapi saya rasa kami tidak kekurangan kader selama ini,” kata Ketua DPRD Kabupaten Empat Lawang ini.

Ditambahkan adik kandung H Budi Antoni Aljufri (HBA) ini, dalam pemilihan ketua kedepan, nanti akan dilakukan secara voting, dimana calon ketua kedepan harus memenuhi 10 syarat yang telah ditetapkan dalam Juklak.

“Untuk pemilihan nanti dilakukan secara voting, selain 10 suara masing- masing pengurus setiap Kecamatan, ada juga suara ketua demisioner (HDA), Dewan Pertimbangan, Ormas yang mendirikan Golkar, Ormas yang didirikan Golkar, dan DPD Golkar provinsi Sumsel. Sehingga total ada 15 suara saha nantinya,” katanya.(udy)