“HELP-S” Kabupaten HSS Gelar Seminar Fenomena LGBT

     Banjarmasin, jurnalsumatra.com – “Healthcare Professionals for Sharia (HELP-S)” Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, menggelar seminar publik bertajuk “Fenomena LGBT dan Solusi Komprehensif”, untuk mencegah Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di kabupaten setempat.
Ketua Divisi Kajian Strategis HELP-S Pusat Muhammad Amin di Kandangan, Jumat, mengatakan angka kejadian penyakit menular seksual relatif meningkat setiap tahunnya baik di Indonesia dan di dunia.
“Masalahnya saat ini semakin banyak kuman penyebab penyakit menular, seperti gonore (kencing nanah) yang kebal dengan obat-obat antibiotik,” katanya.
Dijelaskan dia, untuk mencegah timbulnya kuman yang kebal antibiotik, dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik secara rasional sesuai petunjuk dokter dan tentunya mencegah penularan termasuk menjauhi perilaku berisiko seperti LGBT dan dalam ajaran agama Islam sudah punya solusi komprehensif untuk itu semua.
Dalam sejarah Islam,  telah dibuktikan adanya sistem kesehatan yang mumpuni dan dapat diakses oleh semua warga negara tanpa diskriminasi, sistem pendidikan juga harus berlandaskan Islam untuk mencetak warga negara yang bertanggung jawab.

     Selain itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten HSS Sofyan N Saragih, juga menjelaskan sejarah LGBT di Indonesia, diuraikan penyebab LGBT meliputi problem biologis, psikososial (pola asuh), lingkungan, dan trauma masa lalu.
“Supaya bisa berubah, seorang pelaku LGBT harus memiliki motivasi kuat yang didukung lingkungannya dan tidak kalah penting harus ada pendekatan spiritual, antara lain dengan menjalankan ajaran agama secara benar untuk mencegah LGBT,”  katanya.
Sementara itu, perwakilan MUI HSS Ustadz Muhammad Khairani juga mengatakan, berdasarkan kitab-kitab fiqih, haramnya perilaku LGBT dan sanksi bagi para pelakunya.
Ditambahkan, perwakilan MUI HSS juga menekankan perlunya sanksi keras terhadap pelaku LGBT, sehingga  berakibat tidak akan ada yang berani melakukan perbuatan haram ini, sehingga kehidupan sosial tidak menjadi rusak.
Dalam seminar itu dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai latar belakang, mulai pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dan ulama, serta menghadirkan berbagai narasumber untuk memberikan penjelasan tentang LGBT.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 12 =