Hilang Enam Hari Tamrin Ditemukan Jadi Mayat

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Setelah sempat menghilang selama enam hari, akhirnya, Tamrin (57) warga Desa Jajaran Baru, Kecamatan Kikim Barat, ditemukan sudah menjadi mayat dan mengeluarkan bau yang tak sedap.

Sesosok mayat laki-laki ini, awalnya ditemukan Mardiana (40) warga Desa Jajaran Baru Kecamatan Kikim Barat, Selasa (28/11/2017) sekira pukul 15.00 WIB disekitar seberang sungai Pangi yang berlokasi disebuah perkebunan karet salah satu milik warga setempat.

Tanpa mengulur waktu, Mardiana langsung memanggil warga disekitar Desa Jajaran Baru, Kikim Barat. Bahkan, saat dilihat tubuh korban sudah membusuk dan menggeluarkan ulat belatung.

“Saat itu, saya hendak pergi kekebun. Terkejut melihat sesosok tubuh yang sudah menggeluarkan bau yang tak sedap lagi. Terdampar, di sungai pangi yang berlokasi disebuah perkebunan karet salah satu milik warga. Melihat mayat itu, memang kondisi mayat sudah membusuk. Bahkan bagian tubuh dan kepala sudah dimakan belatung,” ujar Mardiana. Rabu (29/11/2017).

Kapolres Lahat, AKBP Robby Karya Adi SIK melalui Kapolsek Kikim Barat, Iptu Herdi Pakhrudin SE dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan sesosok pria parubaya yang sudah tidak bernyawa lagi. Warga menemukan korban, tergeletak diseberang sungai Pangi Desa Jajaran Baru Kecamatan Kikim Barat.

“Benar sesosok mayat pria sudah ditemukan. Yang berada disebuah kebun karet milik warga desa, atau tepatnya di seberang sungai pangi. Dan, kondisi mayat sudah membusuk,” ucap Herdi.

Penemuan mayat itu, berdasarkan informasi warga diketahui bernama Tambrin (57) warga Desa Jajaran Baru Kikim Barat, yang sebelumnya sudah menghilang selama enam hari. Nah, untuk penyebab kematian korban diduga bunuh diri.

“Sebab, berdasarkan olah TKP kematian korban kuat dugaan bunuh diri. Karena, disekitar lokasi kejadian kita menemukan ada seutas tali tas disana,” tambahnya.

Sementara, Kades Jajaran Baru Kecamatan Kikim Barat, Bostandi mengatakan, sebelumnya korban sudah pernah menghilang sebanyak tiga kali. Yakni padi bulan Mei 2017, korban menghilang selama 7 hari dan ditemukan di Desa Suka Merindu di pinggir sungai pangi dengan kondisi sekarat. Dan pada bulan Agustus 2017 korban kembali menghilang selama 3 hari dan di temukan di Desa Pagardin. Lalu yang terakhir korban kembali menghilang selama 6 hari dan akhirnya ditemukan warga sudah menjadi mayat.

“Kalau menurut keterangan dari keluarga, korban ini sedikit mengalami gangguan kejiwaan. Sudah beberapa kali menghilang, beruntung ditemukan masih dalam keadaan sehat. Nah kali ini warga menemukan sudah menjadi mayat,” kata Bostandi. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =