HNSI: Nelayan Hati-Hati Masuki Perairan Selat Malaka

     Medan, jurnalsumatra.com – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara mengingatkan kepada nelayan tradisional di daerah itu, agar ekstra hati-hati jika ingin memasuki wilayah perairan Selat Malaka.
“Karena bisa saja, nelayan yang ingin menangkap ikan memasuki wilayah Negara Malaysia yang berbatasan dengan Indonesia,” kata Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Nazli di Medan, Jumat.
Peristiwa seperti ini, menurut dia, sering dialami nelayan Sumatera Utara (Sumut) yang tengah menangkap ikan di perairan Selat Malaka, ditangkap polisi Maritim Malaysia.
“Kita tidak ingin nelayan Sumut yang menjadi korban dipenjara di Pulang Pinang, Malaysia hanya gara-gara memasuki perbatasan negara tersebut,” ujar Nazli.
Ia menyebutkan, sebenarnya nelayan kecil tersebut memasuki perairan negara tetangga itu, bukan karena ingin mencuri ikan, seperti yang dituduhkan oleh aparat keamanan Malaysia.

Namun, nelayan tersebut karena tidak mengetahui perbatasan kedua negara itu, atau bisa jadi mereka terdampar memasuki perairan Malaysia karena faktor cuaca angin badai.
“Cuaca ekstrem sering terjadi di Selat Malaka itu, dan kurang bersahabat dengan nelayan, serta  perlu diwaspadai sehingga tidak menimbulkan adanya korban jiwa bagi nelayan Indonesia,” ucap dia.
Nazli menjelaskan, nelayan Sumut yang sering ditangkap polisi Malaysia itu, berasal dari Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batubara dan Tanjung Balai Asahan.
Bahkan, nelayan yang ditahan dipenjara Malaysia bertahun-tahun lamanya, sehingga mengakibatkan istri dan anak yang mereka tinggalkan di Indonesia  menjadi terlantar, serta  menderita.
Sebab selama ini keluarga itu, menggantungkaan hidup dengan nelayan tersebut.
“Jadi, pemerintah harus memperhatikan nelayan yang mencari ikan di perairan Selat Malaka jangan sampai memasuki perbatasan Indonesia-Malaysia,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 16 =