HNSI: Nelayan Sumut Waspadai Ombak Besar

     Medan, jurnalsumatra.com – Himpunan`Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara meminta kepada nelayan di daerah itu, agar selalu mewaspadai ombak yang cukup besar dan iklim di laut beberapa minggu ini, kurang bersahabat serta dikhawatirkan dapat menimbulkan bencana.
Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli, di Medan, Kamis, mengatakan nelayan yang akan pergi menangkap ikan di laut, juga perlu hati-hati dan jangan terlalu memaksakan diri, karena saat ini di laut cuaca masih ekstrem.
Selain itu, menurut dia, ombak di laut wilayah Pantai Barat dan Timur Sumatera  juga cukup tinggi hingga mencapai dua meter lebih, serta angin badai yang sangat kuat.
“Nelayan diharapkan agar tetap bersabar untuk melaut, sampai cuaca benar-benar bagus dan tidak lagi mengancam keselamatan,” ujar Nazli.
Ia mengatakan, untuk menjaga hal-hal tidak diingini terhadap nelayan, sebelum berangkat ke laut harus terlebih dahulu mempersiapkan peralatan pelampung, dan perlengkapan memantau cuaca.
“Kita tidak menginginkan nelayan yang menangkap ikan di laut, mengalami peristiwa kapal karam dan hanyut, akibat dihantam badai yang cukup besar,” ucapnya.
Nazli menjelaskan, saat ini dua nelayan asal Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Firman Daeli (35) dan Berkat Zebua (20), sejak Senin (9/7) hilang saat memancing di perairan sekitar Pulau Sarangbaung, Kabupaten Nias Utara.
Sampai saat ini, kedua nelayan yang hilang itu,  belum lagi ditemukan dan pihak Basarnas telah melakukan pencariaan.

Pemerintah juga harus memperhatikan kehidupan nelayan tradisional di Sumut, karena sebagian mereka tidak memiliki penunjuk cuaca di laut, sehingga sering mengalami kecelakaan.
Pemprov Sumut melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) diharapkan dapat memberikan bantuan peralatan penunjuk cuaca itu, sehingga kecelakaan nelayan di laut semakin berkurang.
“Nelayan tradisional di Sumut harus dilengkapi peralatan penunjuk cuaca, hal ini sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya badai di laut,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.
Sebelumnya, sebanyak dua nelayan asal Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Firman Daeli (35) dan Berkat Zebua (20), sejak Senin (9/7) hilang saat memancing di perairan sekitar Pulau Sarangbaung, Kabupaten Nias Utara.
Koordinator Basarnas Nias Tonggor Gultom di Gunungsitoli, Selasa (10/7) mengatakan Firman Daeli hilang  di laut saat memancing. Saat itu, ombak di perairan setempat cukup tinggi.
“Kita mendapat laporan Senin (9/7) sekitar pukul 17.00 WIB bahwa Firman Daeli hilang kontak sejak pukul 11.00 WIB dan pukul 17.00 WIB personel Basarnas Nias langsung melakukan pencarian,” kata dia.
Informasi terkait dengan hilangnya Berkat Zebua, warga Desa Fodo, Kota Gunungsitoli diterima pada hari yang sama sekitar pukul 20.30 WIB.
Berkat Zebua diduga hilang saat memancing di sekitar Pantai Malaga, Desa Humene, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli.
“Info hilangnya Berkat Zebua baru kita terima Senin malam (9/7) sekitar pukul 20.30 WIB, sehingga pencarian baru kita mulai hari ini,” ujar Tonggor Gultom.
Dalam beberapa hari terakhir, cuaca buruk melanda Kepulauan Nias sehingga sebagian besar nelayan enggan melaut karena gelombang yang cukup tinggi di perairan sekitar daerah itu.
Namun, katanya, ternyata ada juga nelayan yang nekat melaut untuk menuhi kebutuhan hidup keluarga.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − two =