HNSI: Pemberian Asuransi Nelayan Sumut Harus Jelas

    Medan, jurnalsumatra.com  – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut harus jelas dalam pemberian bantuan asuransi terhadap nelayan tradisional.
“Pemberian asuransi tersebut jangan diberikan kepada orang yang bukan berprofesi nelayan. Hal itu sangat bertentangan dengan ketentuan pemerintah,” kata Wakil Ketua DPD HNSI Sumut Nazli di Medan, Senin.
Menurut dia, selama ini jika ada bantuan yang akan diberikan pemerintah kepada nelayan kecil, ada saja orang yang mengaku-ngaku sebagai nelayan.
Ia berharap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dapat mengantisipasi mereka yang bukan berprofesi sebagai nelayan karena hal tersebut akan merugikan negara.
Selain itu, orang yang tidak benar sebagai nelayan tradisonal tersebut hanya merusak administrasi perusahaan asuransi yang mengadakan kerja sama dengan DKP Provinsi Sumut.
Nazli mengatakan bahwa asuransi perlindungan terhadap nelayan tradisional itu sangat perlu mengingat pekerjaan mereka memiliki risiko yang cukup tinggi, misalnya mengalami kecelakaan saat menangkap ikan di laut.
Selain itu, nelayan yang mengalami sakit, terjadi peristiwa badai yang mengakibatkan hilangnya nelayan di tengah laut, dan musibah lainnya.
Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran Rp3,5 miliar untuk mengikutsertakan nelayan daerah ini dalam program asuransi.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut Aliharni di Medan, Rabu (25/10), mengatakan bahwa pemberian asuransi bagi nelayan tersebut pada tahun 2018.
Asuransi berupa asurani jiwa untuk memberikan perlindungan bagi nelayan yang melakukan aktivitas menangkap ikan di perairan.
Pihaknya telah dapat data nelayan yang akan diikutsertakan dalam asuransi dan telah dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sumut.
Data tersebut didapatkan dari DKP kabupaten/kota dan kelompok nelayan yang mengajukan permohonan untuk diikutkan dalam asuransi.
Anggaran sebanyak Rp3,5 miliar tersebut dialokasikan untuk membayar premi asuransi bagi nelayan di Sumut selama 1 tahun.(anjas)

Leave a Reply