Hulu Sungai Utara Komitmen Stop BAB Sembarangan

     Amuntai, jurnalsumatra.com – Sebanyak 21 desa dan kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan mendukung gerakan masyarakat hidup sehat dan menyampaikan komitmennya menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan di sungai.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Hulu Sungai Utara, Agus Fidliansyah di Amuntai, Jumat mengatakan, gerakan masyarakat hidup sehat terus disosialisasikan melalui gerakan nyata.
“Alhamdulillah, masyarakat di 20 desa dan satu kelurahan bersedia berkomitmen dengan mendeklerasikan stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan, karena Gerakan hidup sehat memang harus mendapatkan dukungan dan peran serta masyarakat,” ujar Agus.
Dikatakan, deklarasi ini mendapat dukungan dari Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid yang turut membubuhkan tanda tangan pada spanduk deklarasi stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di kawasan tugu patung itik Kota Amuntai.

     Agus mengemukakan, 20 desa yang menyatakan deklarasi stop BABS yakni sebanyak 8 desa di Kecamatan Amuntai Selatan, Desa Simpang Empat, Simpang Tiga, Murung Sari, Teluk Paring, Ujung Murung, Teluk Sari dan Telaga Sari. Selanjutnya 3 desa di Kecamatan Amuntai Utara, yakni Desa Pandawanan, Tabing Liring dan Panangian.
Masing-masing satu desa dan kelurahan di Kecamatan Amuntai Tengah turut mendeklarasikan stop BABS, yakni Desa Tangga Ulin dan Kelurahan Murung Sari. Sebanyak tiga desa di Kecamatan Sungai Pandan-Alabio yakni Desa Murung Asam, Sungai Pandan Tengah, dan Tambalangan.
Dua desa di Kecamatan Banjang, yakni Desa Lok Bangkai dan Baruh Tabing. Sedangkan Kecamatan Haur Gading, Sungai Tabukan dan Danau Panggang masing-masing satu desa mendukung Gerakan Stop BABS yakni Desa Haur Gading, Desa Galagah dan Desa Manarap Hulu.
Pemkab Hulu Sungai Utara menargetkan 2019 seluruh masyarakat HSU sudah bisa mengakses air bersih dan jamban sehat.
“Pemda HSU tentu butuh dukungan masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan target ini,” katanya.(anjas)

Leave a Reply