Ikan Sungai Maralol Mati Diduga Pencemaran Limbah Pertamina-JOB

Sorong, jurnalsumatra.com – Warga kampung Maralol, Distrik Salawati Tengah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat menemukan ratusan ikan dan udang mati dan membusuk terapung di Sungai Maralol.

  Warga menduga matanya ratusan ikan di sungai Maralol tersebut, akibat pencemaran limbah minyak sebab letak sungai tidak jauh dari pusat produksi minyak dan gas bumi Join Operating Body (JOB) Pertamina Petrochina Salawati.

  Tokoh adat dan juga pemilik hak ulayat Sungai Maralol, Mesak Moifilit di Sorong, Selasa mengatakan bahwa matinya ratusan ikan dan udang di sungai Maralol pada pertengahan April 2019 diduga kuat akibat air limbah perusahaan JOB Pertamina Petrochina.

  Dia mengatakan, saluran pembuangan air limbah minyak JOB Pertamina Petrochina terhubung dengan sungai Maralol. Namun pihak perusahaan mengatakan bahwa limbah tersebut tidak membahayakan ekosistem yang ada.

  Mesak menceritakan bahwa dahulu sungai Maralol adalah sumber kehidupan bagi orang tua mereka. Air sungai Maralol digunakan untuk mandi, mencuci dan sumber air tersebut guna menokok dan meramas sagu yang merupakan makanan pokok masyarakat setempat.

  Menurut dia, setelah perusahaan beroperasi sejak 1990 hingga sekarang masyarakat kampung Maralol tidak lagi menggunakan air sungai Maralol. Pernah ada himbauan pihak perusahaan kepada masyarakat bahwa sungai tersebut sudah tercampur berbahan kimia.

  Dikatakan, pihak perusahaan menyatakan kepada masyarakat bahwa setiap tahun mereka melakukan pengecekan pembuangan limbah air produksi minyak bumi ke sungai Maralol dan tidak membahayakan ekosistem.

  “Namun April 2019 ratusan ikan dan udang mati membusuk terapung di sungai Maralol yang diduga kuat akibat limbah yang dibuang bertahun tahun ke sungai tersebut,” ujarnya.

  Dia menegaskan, masyarakat telah mengambil bangkai ikan dan udang tersebut guna diperlihatkan kepada pihak perusahaan agar bertanggung jawab atas pencemaran yang merugikan masyarakat adat tersebut.

  Kami menuntut pihak perusahaan guna memberikan kompensasi kepada masyarakat adat pemilik ulayat yang dirugikan dengan pencemaran sungai Maralol tersebut. Kami juga minta pemerintah daerah guna meninjau lokasi pencemaran lingkungan itu,” tambah dia. (anjas)