Indeks Tendensi Konsumen Malut Sebesar 102,37

Ternate, jurnalsumatra.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Maluku Utara (Malut), pada triwulan I-2019 sebesar 102,37, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

  “Sedangkan, tingkat optimisme konsumen pada triwulan I-2019 lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dengan nilai indeks 100,15 karena membaiknya kondisi ekonomi yang dirasakan konsumen pada triwulan I-2019 didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 101,25 dan daya beli yang dilihat dari indeks pengaruh inflasi tidak berpengaruh terhadap tingkat konsumsi dengan nilai indeks sebesar 106,38,” kata Kepala BPS Malut, Misfaruddin di Ternate, Selasa.

  Selain itu, untuk nilai ITK Provinsi Malut pada triwulan II-2019 diperkirakan sebesar 127,40, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan yang akan datang diperkirakan akan meningkat.

  Bahkan, peningkatan kondisi ekonomi pada triwulan II-2019 disebabkan adanya perkiraan peningkatan pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 133,99 dan rencana pembelian barang tahan lama dengan nilai indeks sebesar 115,84.

  Selain itu, berdasarkan variabel pembentuk ITK, meningkatnya ekonomi konsumen (nilai indeks di atas 100) pada periode triwulan I-2019 didorong oleh peningkatan pendapatan dengan nilai indeks sebesar 101,25 dan daya beli yang dilihat dari indeks pengaruh inflasi tidak berpengaruh terhadap tingkat konsumsi dengan nilai indeks sebesar 106,38. Sementara volume konsumsi bahan makanan sedikit menurun dengan nilai indeks sebesar 99,94.

  “Angka indeks kelompok makanan pada triwulan I-2019 yang bernilai 99,87 menunjukkan penurunan volume konsumsi dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan terjadi pada sub kelompok makanan jadi 18,08 poin bila dibandingkan triwulan sebelumnya,” katanya.

  Sedangkan, untuk kelompok non makanan di triwulan ini nilai indeksnya bernilai 99,96 yang berarti tingkat konsumsi non makanan masyarakat mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.

  Begitu pula, sebagian besar angka indeks pada sub kelompok non makanan bernilai di bawah 100 kecuali sub kelompok pendidikan (104,09), sub kelompok transportasi (104,30) dan sub kelompok perawatan kesehatan dan kecantikan (107,02). Penurunan tertinggi terjadi pada sub kelompok hiburan sebesar 23,93 poin dibandingkan triwulan sebelumnya.(anjas)