Indonesia-Finlandia Promosikan Perdamaian Melalui Dialog Lintas Agama

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Indonesia dan Finlandia sepakat mempromosikan perdamaian dunia melalui dialog lintas agama, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Rabu.
Kesepakatan itu dicapai kedua pihak dalam pelaksanaan Dialog Lintas Agama dan Antarmedia Indonesia-Finlandia pertama (The First IFIID) pada 17 September 2018 di Helsinki, dimana para tokoh agama, intelektual dan media dari Finlandia dan Indonesia sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam mempromosikan perdamaian dunia.
Pertemuan pertama IFIID itu terdiri dari sejumlah kegiatan yang terdiri atas forum dialog sebagai kegiatan utamanya, delegasi dari kedua negara juga melakukan kunjungan ke situs-situs keagamaan dan memberikan kuliah umum di Universitas Helsinki.
Ketua the National Forum for Cooperation of Religions in Finland (CORE), Uskup Kaarlo Kalliala mengatakan bahwa pelaksanaan pertemuan pertama IFIID sangat tepat waktu mengingat belakangan ini di Finlandia terdapat beberapa kejadian yang terkait dengan isu lintas agama yang berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.
“Kami berharap bisa saling berbagi dan belajar dari Indonesia dalam hal mengelola keberagaman,” ujar Uskup Kalliala.
Mewakili delegasi Indonesia, Duta Besar Wiwiek Setyawati Firman menekankan bahwa kegiatan itu adalah platform yang sangat strategis untuk berbagi dan belajar dari pengalaman masing-masing negara dalam mengatasi radikalisme dan ekstremisme.
Dalam dialog yang baru pertama kali diselenggarakan antara Indonesia dan Finlandia tersebut, beberapa tokoh agama dari Finlandia juga menyampaikan perkembangan dan pelaksanaan kehidupan beragama di negara itu, seperti tokoh Islam Atik Ali, tokoh Yahudi Yaron Nodbornik, dan wakil dari agama Kristen Lutheran Rev. Elina Hellqvist.

    Pada kegiatan dialog itu, Indonesia diwakili oleh tokoh-tokoh, seperti Staf Khusus Presiden RI untuk masalah Keagamaan Internasional Siti Ruhaini Dzuhayatin, tokoh akademisi Islam Azyumardi Azra, wakil dari agama Budha Philip K Wijaya, dan Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom.
Dialog tersebut juga melibatkan para jurnalis dari kedua negara karena secara khusus juga membahas peran media dalam menanggulangi ujaran kebencian dan berita bohong (fake news).
Delegasi Indonesia melibatkan Uni Lubis dari IDN Times, sementara dari Finlandia hadir jurnalis senior, seperti Freija Ozcan dari harian Kotimaa, Joonas Porsti dari Ulkopolitiikka dan Rita Strommer dari Yle.
“Para jurnalis itu memaparkan peran media dalam kehidupan beragama di masing-masing negara,” ujar Azis Nurwahyudi, Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI.
Pada akhir dialog, delegasi Indonesia juga memberikan tawaran beasiswa kepada mahasiswa Finlandia yang tertarik untuk belajar tentang Islam di Universitas Islam Negeri, mengikuti kegiatan Interfaith Youth Camp 2019 dan untuk berkunjung ke berbagai lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia dalam program Visit of Future Faith Leaders serta kunjungan media Finland ke Indonesia untuk membuat suatu karya bersama.
“Interfaith dialogue” atau Dialog Lintas Agama (DLA) telah menjadi fitur tetap diplomasi “soft power” Indonesia sejak 2004.
Pemerintah Indonesia telah melakukan dialog lintas agama (DLA) pada berbagai tingkatan, baik bilateral, regional maupun multilateral. Secara bilateral, Indonesia telah memiliki 30 negara mitra DLA, dan Finlandia merupakan negara mitra ke-30.(anjas)

Leave a Reply