IPSI dan Berita Pagi Terima Bansos Dari Pemkab OKI

Palembang, jurnalsumatra.com – Pengadilan Negeri Palembang kembali menggelar sidang lanjutan kasus bansos OKI, Kamis (22/3/2018). Sidang kali ini masih dengan agenda pemeriksaan saksi  yang menerima bansos tersebut di pimpin hakim yang  juga ketua pengadilan Palembang (PN), Djatmiko dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmaya.

Saksi yang dihadirkan adalah dua dari perwakilan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumsel Edy Husni (bendahara)  dan Darlis (sekretaris). Kemudian, Diko mahasiswa menerima beasiswa, Raden Mas Ayu Diana (perwakilan Berita Pagi) dan Rahmad Sandi (Gerakan Pemuda Nusantara)

Pada sidang tersebut terungkap jika IPSI menerima bansos selama dua tahun berturut turut. Total bantuan yang diterima IPSI tersebut Rp600 juta.

Sekretaris Umum IPSI Sumsel Darlis mengatakan, pada 2013 pihaknya mendapatkan informasi bahwa IPSI Sumsel akan mendapatkan bantuan dari bansos Pemkab OKI. Bantuan tersebut untuk perbaikan sekretariat.

Bendahara IPSI menerima bansos untuk di gunakan kegiatan sosialisasi dan pertandingan pencak silat. Pencairan dilakukan pada Juni dan Desember 2013.

Namun ketika ditanya hakim apakah dana tersebut menyalahi dan sesuai aturan, saksi mengaku sudah sesuai prosedur. Tapi kenyataannya IPSI menerima dua tahun berturut – turut.

Perwakilan dari Berita Pagi, Raden Mas Ayu membenarkan bahwa pihaknya memang menerima dana bansos OKI Rp 10 juta dana tersebut diperuntukan  untuk HUT Berita Pagi. “Dana tersebut masuk ke rekening pribadi miliknya setelah itu langsung di serahkan kepada kantor sesuai kuasa. Dana tersebut ada laporan dan pertanggungjawabannya,” katanya.

Terdakwa Muslim mengaku pencairan dana untuk IPSI Sumsel tersebut tidak ditujukan pada organisasi IPSI saja melainkan pemkab OKI. “Jadi tidak hanya satu pencairan,” pungkasnya. (Nti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − twelve =