Irianto Minta Verifikasi Kube Dlakukan Obyektif

Nunukan, jurnalsumatra.com – Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait verifikasi Kelompok Usaha Bersama (Kube) di daerahnya dilakukan seobyektif mungkin.
Kube ini merupakan program Kementerian Sosial RI khusus pemberdayaan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha agar dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui usaha yang dirintisnya, ujar dia di Tanjung Selor, Rabu.
Melalui pesan tertulisnya, dia menegaskan, program Kube bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui pengembangan usaha menggunakan dana yang bersumber dari APBN.
Melalui APBN 2018, total anggaran yang disediakan pemerintah pusat untuk program Kube di Provinsi Kaltara sebesar Rp2,4 miliar.

“Anggaran Kube ini bantuan pemerintah pusat bersumber dari APBN,” jelas dia.
Walaupun penyaluran dana Kube pada 2017 mengalami kendala akibat sejumlah persyaratan tidak dapat dipenuhi tetapi pada intinya Dinas Sosial Kaltara telah berupaya maksimal melalui sosialisasi kepada masyarakat calon penerima menggunakan dana dari APBD.
Pada 2017, dana KUBE diberikan kepada 80 kelompok masing-masing 30 KUBE di Kota Tarakan dengan total anggaran Rp600 juta, 30 KUBE di Kabupaten Bulungan juga Rp600 juta 20 Kube di Kabupaten Malinau dengan total Rp400 juta.
Irianto Lambrie menyatakan, program KUBE ini bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar masyarakat kurang mampu sesuai surat keterangan dari desa masing-masing.
Prosedur pengajuan proposal untuk mendapatkan bantuan ini, diajukan ke Dinas Sosial kabupaten/kota dilanjutkan ke Dinas Sosial provinsi untuk diverifikasi kelayakannya.
Persyaratan utama adalah kurang mampu, berusia 15-55 tahun dengan jumlah anggota dalam kelompok minimal 10 orang.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − one =