Ishak Mekki : SUMSEL Miliki 171 Desa Peduli Api di Kawasan Karhutla

Palembang – jurnalsumatra.com-Seusai menjadi narasumber pada Talk Show di Fakultas Hukum (FH) Tower Unsri, Kamis (2/11), Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki langsung menuju Gedung Serbaguna Program Pascasarjana UNSRI menjadi Keynote Speaker.

Kali ini Ishak Mekki menjadi pembicara membahas tema Strategi Pemerintah Daerah untuk Menanggulangi Kebakaran Hutan & Perubahan Iklim.

Selain itu juga hadir narasumber lainnya seperti Prof IGN Wiratmaja Puja, Dra Erini Yuwatini dan Prof Eddy Ibrahim. Dalam paparannya, Wagub Ishak Mekki menyampaikan visi dan misi Sumatera Selatan Bebas asap 2018. Dalam misi tersebut tertuang bahwa pencegahan dini karhutla, pengelolaan lanskap retorasi hutan dan gambut serta pemberdayaan masyarakat desa rawan karhutla. Dengan tujuan mencegah meluasnya yang dapat menimbulkan kebakaran yang sulit dipadamkan, meningkatkan peran seluruh stakeholder agar peduli untuk merestorasi hutan dan gambut serta meningkatkan pendapatan masyrakat daerah rawan kebakaran.

Di samping itu, dijelaskanya strategi dalam mengatasi hal tersebut menjalin kemitraan dengan berbagai stakeholder dengan menetapkan zona dan kawasan/desa yang menjadi prioritas untuk pencegahan karhutla dan restorasi. Kemudian mencari inovasi teknologi untuk pembukaan lahan tanpa bakar dan resolusi konflik lahan.

Selain itu, program prioritas karhutla, katanya Pemerintah telah melakukan pemetaan, sosialisasi, pelatihan regu pemadam kebakaran dan siaga cegah karhutla, evaluasi ketaatan perusahaan dalam pencegahan karhutla/penegakkan hukum, pemberdayaan masyarakat desa rawan kerawanan (desa peduli api) serta mengelola tata air (kanal blok, sekat bakar dan embung).

Kemudian, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla. “Kita sudah membentuk 171 Desa Peduli Api di kawasan Karhutla. Diantaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muba dan Banyuasin,”sambungnya.

Di dalam penanggulangan Karhutla, Pemprov Sumsel bersama Korem Gapo 044 serta Polda Sumsel telah membuat teknologi pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Seperti Teknologi Bios dan Teknologi Foam dari Korem 044 Gapo serta Teknologi Berbasis IT dari Polda Sumsel.

“Jadi kita sudah sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sudah diingatkan pada “Prasasti Talang Tuwo” bahwa seluruh warga Sriwijaya untuk melestarikan lingkungkan dengan cara memelihara hutan, menanam tanaman buah-buahan, membangun drainase dan mengelola sumber daya air,”tutupnya.

Sementara itu, Prof IGN Wiratmaja Puja memaparkan tentang materi sumber daya energi. Selain itu, dirinya juga pernah berperan besar dalam menganggarkan jaringan gas di Sumsel. Kemudian, Prof Eddy Ibrahim memaparkan dengan materi peluang pemanfaatan sumur tua dan implikasinya terhadap degradasi lingkungan.(rellis/akbar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =