Iskandar Shodiq Akan Ciptakan Generasi Unggul

KAYUAGUNG, Sumsel, jurnalsumatra.com – Pasangan Pasangan calon(paslon) H Iskandar SE dan H Shodiq (ISO) mengungkapkan akan menciptakan generasi yang unggul untuk muda mudi Ogan Komering Ilir (OKI) yang merupakan generasi penerus bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Iskandar saat menjawab pertanyaan panelis dalam debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati OKI yang digelar Selasa (27/3) di sekretariat DPRD Kabupaten OKI.

Pantauan di lapangan, dengan kompak para paslon menggunakan kemeja putih dan peci hitam, paslon duduk di kursi, menghadap para pendukungnya. Setelah penayangan video visi-misi, paslon dihadapkan dengan tiga panelis. Ketiganya adalah Dr Andries Lionardo SIP MSi, Dr Markoni Badri, dan Prof Dr Abdullah Idi MEd.

Saat dimulainya acara Panelis Andrias menanyakan akuntabilitas untuk rakyat terkait responsibilitas paslon agar mampu mencapai semua layanan transparan. “Apakah inovasi kebijakan yang akan dibuat dan seperti apa output ke depan untuk menjadikan OKI terkenal di Indonesia dan menjadi percontohan negara maritim?” tanya Andrias.

Dengan lugas dan tegas Iskandar menjawab, keduanya akan melayani administrasi lebih mudah dijangkau. “Kami membuat infrastruktur harus yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” jawab Iskandar.

Berbeda, panelis Markoni Badri melemparkan pertanyaan bagaimana paslon meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi. Iskandar memberi solusi dengan cara meningkatkan daya saing ekonomi. “Mempermudah akses seluasnya kepada masyarakat,” tegasnya.

Akan halnya Abdullah Idi, menanyakan strategi paslon meningkatkan kualitas SDM dan lebih mengedepankan masyarakat OKI yang heterogen dan majemuk. Paslon nomor satu menjawab tidak ada kata lain, iptek yang harus ditanamkan sejak dini.

“Program yang akan dilanjutkan membangun PAUD hingga SMA. Untuk mendapatkan generasi unggul. Kemudian keadaan agamais, infrastruktur, kesehatan, tinggal dilanjutkan ke depannya. Termasuk program kesehatan gratis,” tegas Iskandar.

Di akhir debat, masing-masing paslon menyampaikan closing statement-nya. Paslon nomor satu Iso mengaku mempunyai harapan dan mimpi. “Itulah visi kami untuk OKI yang Mandira.

Selama empat tahun kami berbuat, kami terbukti, teruji. Dengan anggaran terbatas kami bisa memaksimalkan program. Pembangunan harus dilanjutkan, tidak boleh terhenti,” ungkap Iskandar.

Sementara itu paslon ADE pada sesi tanya jawab melontarkan pertanyan terkait jalan rusak di Kabupaten OKI, yang malah menjadi bumerang baginya. “Terkait jalan rusak itu juga merupakan tanggung jawab saudara selaku anggota DPRD yang mempunyai kuasa selaku pengesahan anggaran,” jelas Iskandar.

Disisi lain paslon AQOR juga melontarkan pertanyaan kepada paslon ADE terkait pungsinya selaku anggota DPRD yang tidak mampu memperjuangkan perbaikan jalan di wilayah dapilnya. “Pungsi anggota DPRD itu ada tiga yakni pengawasan, pengesahan dan penganggaran. Dan yang mengajukan itu dsri pihak pemerintah, jadi jika kita kalah poting pada pengesahan maka kita tidak bisa memperjuangkannya,” jelas paslin ADE. (ata)

Leave a Reply