Isu Penculikan Anak Buyar Setelah Dijelaskan Kasat Reskrim

Tanahdatar, Sumbar, Jurnalsumatra.com – Info adanya aksi  beredar  di Lintau membuat warga resah dan kepolisian di wilayah Tanah Datar siaga, Senin (13/01/2020). Seorang pria diamankan karena mobilnya diduga membawa anak yang diculik. 

Informasi yang dihimpun awak media informasi penculikan berawal dari salah satu grup WA di Tanah Datar. 

Pesan berantai yang beredar dari grup ke grup sosial media berbunyi : Mhon bantuan yg ado di grup telah terjadi penculikan anak dari lintau menuju Batusangkar Avanza warna hijau BA 1139 NF.

Meski begitu, tak ada informasi anak siapa yang diculik, dimana lokasi detail penculikan dan bagaimana kronologinya. 

“Informasinya memang ada di grup WA yang ada di Tanah Datar. Beredar begitu cepat, Namun, tidak ada informasi detail tentang siapa yang diculik,

Pada Grup WA yang lain mengatakan informasi terakhir polisi telah mengamankan mobil yang diduga telah melalukan penculikan itu beserta sopirnya. Bahkan ada foto-foto penangkapannya. Namun tidsk ada foto korban penculikan.

Sementara pihak media masih berusaha mendapatkan informasi dari kepolisian terkait hal ini. 

Kapolres Tanah Datar AKBP Rokhmad Hari Purnomo.,S.I.K.,M.S.i Melalui Kasat Reskrim AKP Purwanto,SH mengatakan, sepasang suami istri Riki (37) sang suami dan Siska (33) sang istri, Alamat keduanya Sungai Ameh Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas.

Kronologis kejadian, Pada Senin (13/01)  mereka bertengkar suami istri gara-gara pergi membeli durian arah ke sumpur Kudus lantaran sang suami tidak mau membawa istrinya dan sang istri Siska semenjak berangkat sudah marah-marah pada sang suami Riki. Mendengar istrinya Siska selalu marah-marah, maka sesampai di simpang Taruko Nagari Taluak. Riki memutar balik mobil Avanzanya kearah Batusangkar. Dan ketika sampai di Setangkai arah ke Batusangkar, Siska minta diturunkan lalu Riki menurunkan Siska dalam keadaan beryeriak-teriak. Lanu Ruki meninggalkannya seorang diri dalam keadaan berteriak-teriak. Maka teriakan tersebut didengar oleh masyatakat sekitar.

Disaat Siska berteriak dan warga sudah berkerumun maka didugalah oleh masyarakat mobil yang dibawa suaminya Riki adalah mobil penculik anak yang lari arah Batusangkar. Lalu Siska sang istri pulang dengan menyewa ojek. Selanjutnya akibat informasi penculikan anak sudah beredar di media sosial grup Watshapp dengan memberikan informasi ciri-ciri mobil tersebut. 

Lalu pihak polsek padanggantiang selalu tanggap dengan adanya informasi dan diberhentikanlah mobil Avanza dengan ciri-ciri yang dininformasikan. Dan kedua suami istri tersebut kami bawa ke Polres guna dimintai keteranhannya lebih lanjut.

Walau hanya mereka bertengkar suami istri tetapi mereka telah meresahkan masyatakat dan mengganggu ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Ujar Kasat Purwanto.(Myt)