Kades Serta Warga PAyo Datangi PT Gajah Mada

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Lantaran tidak adanya koordinasi anak perusahaan dari PT DAS yang merupakan subkontraktor yakni, PT Gajah Mada yang telah beroperasi dikawasan Desa Payo, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, disambangi kepala desa (Kades) dan warga Payo.

Kamis (26/4/2018), rombongan ini menyambangi kantor tersebut, untuk mempertanyakan pihak perusahaan yang tidak memperkerjakan warganya, selaku tenaga lokal. Padahal, sudah bergerak hanpir 2 bulan, juga Payo merupakan desa ring I atas wilayah beroperasi perusahaan yang ada.

Kepala Desa Payo, Harun menyampaikan, dirinya sangat kecewa dengan pihak perusahaan. Karena, tidak memperdulikan masyarkatnya.

“Terus terang, kalau tidak salah hampir dua bulan ini beroperasi PT Gajah Mada tersebut. Akan tetapi, masyarakat kami hanya bisa melihat kekayaan alam di desanya di ambil oleh perusahaan tanpa bisa menikmati hasilnya,” ucapnya lugas.

Oleh sebab itu, sambungnya, dirinya tidak akan bertanggung jawab apabila nantinya terjadi apa apa di area perusahaan tersebut, karena yang bekerja disana seluruhnya orang luar, sedangkan tidak ada satu pun masyarakat yang bekerja disana.

“Kami berharap dalam waktu dekat pihak perusahaan peduli terhadap masyarakat kami, karena banyak masyarakat kami yang mempunyai skill yang saat ini tidak bekerja,” tandasnya.

Sementara, Manajeman PT Gajah Mada, Efran mengatakan bawah perusahaan baru saja berjalan, sehingga untuk mengrekrut tenaga kerja perlu banyak pertimbangan, sehingga perusahan hanya mampu merekut orang ahli dulu.

“Selain itu, PT Gajah Mada masih dalam masa percobaan, sehingga kendaraan dan alat berat yang bekerja di perusahaan kami masih menyewa ke perusahaan lain. Karena itu, kami masih kesulitan untuk merekrut tenaga kerja baru. Jika nantinya perusahaan ini sudah mantap berjalan dan telah mempunyai kendaraan dan alat berat sendiri, jelas kami akan mengutamakan masyarakat Desa Payo yang bekerja di perusahaan kami,” katanya.

Selain itu, dirinya atas nama manajemen PT Gajah Mada meminta maaf kepada Pemerintah Desa Payo karena tidak berkoordinasi terlebih dahulu sebelumnya, sehingga hal ini terjadi.

Senada, Masyaralat Desa Payo, Dhen menuturkan secara langsung pihak perusahaan menganggap mayarakat Desa Payo orangnya bodoh bodoh sehingga tidak dipekerjakan di perusahaan tersebut.

“Terus terang, kami sangat kesal dengan pihak perusahaan yang dari awal tidak ada itikat baik untuk mempekerjakan kami, pada hal lokasi mereka di wilayah kami. Jangan pandang kami sebelah mata. Mereka mengeruk hasil didesa, tapi kami tidak sedikitpun menikmatinya, ” tanya Dhen. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × three =