Jakarta BNI Nilai Persaingan Proliga 2018 Sengit

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Klub Jakarta BNI Taplus menilai persaingan di kompetisi Proliga 2018 pada 19 Januari hingga 15 April 2018 mendatang akan berlangsung sengit menimbang peta kekuatan yang hampir sama kuat.
“Persaingan di Proliga 2018 baik itu tim putra ataupun tim putri akan sengit karena kekuatan berimbang dari semua tim. Tinggal bagaimana kedisiplinan, kekompakan dan fokusnya,” kata Manajer Tim Jakarta BNI Taplus Endang Hidayatullah di Jakarta, Jumat.
Untuk musim tahun 2018 ini, Jakarta BNI memadukan kekuatan dari pemain muda dan senior dengan perombakan hampir 80 persen pada tim putri dan 50 persen pada tim putra.
Selain itu, mereka juga mendatangkan empat pemain asing untuk tim putra dan putri serta dua pelatih baru untuk menangani tim yang telah mulai berlatih sejak 17 November 2017.
Untuk pelatih tim putra, BNI mempercayakan mantan pelatih nasional Indonesia asal China, yaitu Qiujiang Li. Sementara pelatih tim putri akan dipimpin oleh pelatih nasional Indonesia pada Sea Games 2017, Risco Herlambang.
Untuk capaian, Jakarta BNI memasang target juara nomor putra dan putri untuk ketiga kalinya yang terakhir kali mereka raih pada musim 2010 lalu.
“Karenanya kami untuk awal musim ini ingin menargetkan menyapu bersih seri pertama di Yogyakarta 19-21 Januari, agar di putaran selanjutnya perjalanan kami akan mudah,” ujar Endang.

    Sementara itu, Indonesia yang tengah bersiap melangsungkan pergelaran olahraga multicabang Asian Games 2018, akan melangsungkan turnamen uji coba “test event” untuk beberapa cabang olahraga yang termasuk bola voli di dalamnya, pada bulan Februari mendatang.
Jadwal “test event” yang notabene berada di tengah kompetisi Proliga 2018 tersebut, menurut Endang, tentu akan membuat sedikit pengaruh pada timnya, terutama untuk nomor putri.
“Sampai sekarang belum ada info federasi akan berapa orang mengambil pemain kami untuk membela negara, hal itu pasti berpengaruh pada target tim untuk juara walau jadwal mungkin tidak mengganggu. Tapi begini, tetap kami utamakan negara,” ujar Endang.
Jakarta BNI Taplus menjadi satu dari tiga klub yang menyertakan tim putra dan tim putri dalam kejuaraan bola voli berhadiah total lebih dari Rp1 miliar itu, yakni Jakarta Pertamina Energi dan Bekasi BVN.
Tim putra Jakarta BNI pada Proliga 2017 menempati peringkat empat. Sedangkan tim putri mereka menempati peringkat enam.
Selain Jakarta BNI, Jakarta Pertamina dan Bekasi BVN, Proliga 2018 juga akan diikuti dua tim lain pada pertandingan putra yaitu tim Palembang Bank SumselBabel dan tim Surabaya Bhayangkara Samator.
Pada pertandingan tim putri, empat tim lain akan turut berkompetisi yaitu Jakarta Elektrik PLN, Gresik Petrokimia, Jakarta PGN Popsivo, dan Bandung Bank BJB Pakuan.
Proliga 2018 akan berlangsung di delapan kota yaitu Yogyakarta, Batam, Gresik, Denpasar, Palembang, Bandung, Malang, dan Solo pada 19 Januari hingga 15 April 2018.(anjas)

Leave a Reply