Jaksa Tuntut Pemiliki Ganja Sembilan Tahun

     Denpasar,jurnalsumatra.com – Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Denpasar, Bali, menuntut terdakwa Safri Jusan (58) yang kedapatan memiliki narkoba jenis ganja kering dengan berat 238,8 gram, sabu-sabu seberat 0,2 gram dan ekstasi 0,14 gram dengan hukuman selama sembilan tahun penjara.
Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Gde Ginarsa di PN Denpasar, Rabu (16/5), Jaksa Bella P. Atmaja menilai perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 111 Ayat 1 dan Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.
“Terdakwa tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika dalam bentuk tanaman dan bukan tanaman sehingga dituntut sembilan tahun penjara dikurangi terdakwa selama berada di dalam tahanan,” kata jaksa dalam persidangan.
Hal yang memberatkan tuntutan terdakwa karena perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah yang gencar-gencarnya memberantas segala peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Sebelum ditangkap petugas, terdakwa membeli barang haram jenis ganja dan sabu-sabu dari rekannya bernama Malin di Bukit Tinggi, Sumatera Barat dengan harga Rp1,2 juta pada 25 Desember 2017.
Terdakwa kemudian membawa barang haram itu ke ke Bali pada 27 Desember 2017 dan setelah tiba di kosnya di Jalan Persada 1 Nomor 17, Kuta Utara, Kabupaten Badung, ganja dan sabu-sabu yang dibelinya itu disimpan di bawah tempat tidurnya.
Namun, pada 5 Januari 2018, Pukul 15.00 Wita, petugas menggerebek kos terdakwa dan langsung melakukan penggeledahan. Dari kamar kos terdakwa petugas mendapati lima paket ganja kering dengan berat total 238,8 gram, sabu-sabu (0,2 gram) dan ekstasi (0,14 gram) yang disimpan di bawah tempat tidurnya.
Kepada petugas, terdakwa mengakui narkoba yang disimpan di dalam kamar kosnya itu memang miliknya dan selanjutnya, petugas mengiring terdakwa ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kepemilikan barang haram itu.(anjas)

Leave a Reply