Jalan Bekas Pabrik Es Segera Dijadikan Lahan Parkir

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Jalan bekas Pabrik Es depan apotik Melati Pasar Lematang, bakal disulap oleh Pemerintah Daerah (Pemkab) Lahat menjadi terminal sementara untuk angkutan desa (angdes), tentunya konsekuensi pedagang sayur, berjualan di badan jalan harus direlokasi ke lantai tiga, sebab, memakan hingga 100 meter panjangnya, dengan dibuat delapan pelataran parkir.

“Dari 100 meter titik yang menjadi pelataran parkir angdes tersebut, ada delapan jurusan, dengan daya tampungnya untuk tiga kendaraan, sedangkan angkutan lain harus menunggi di Terminal Lembayung,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Lahat, HM Eduar Kohar SE MM, saat rapat gabungan bersama Organda, PWI Lahat, Satlantas Lahat, POM, Dinas PU CK dan Tataruang Lahat, Rabu (13/12/2017).

Disampaikannya, angdes maupun angkot menjadi tertib dan tidak semerawut seperti sekarang ini, tinggal bagaimana action (tindakan, red) dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengakomodirnya.

“Nantinya, pelataran parkir tersebut tiapnya dengan panjang lebih kurang 9 meter. Bila perlu ditarik retribusi dalam satu kali berangkat, sesuai dengan peraturan berlaku,” uangkap bakal calon wakil Bupati Empat Lawang ini.

Ia menjelaskan, termasuk juga dengan angkutan di depan RSUD Lahat, pun ditertibkan, demikian pula, pedagang yang menggunakan trotoar pejalan kaki.

“Dengan begitu, Kota Lahat tidak ada lagi namanya terminal bayangan, semua diatur dan dikelola dengan sebaik-baiknya, bagi kendaraan angdes dan angkot,” tukas HM Eduar Kohar.

Sementara itu, Ketua Organda Lahat, Darsono SH menuturkan, program jangka pendek, dikarenakan Terminal Muara Siban belum digungsikan, sehingga buat terminal sementara di Pasar Lematang, tapi berapa lama.

“Lebih cepat lebih baik, dalam pembangunan terminal. Beberapa jurusan, melibatkan satlantas dan dinas terkait,” urainya.

Kelebihan angdes, sambung dia, dipindahkan ke Terminal Lembayung secara teknis, ditumpuk tidak mungkin, Atau tempat-tempat lain yang tidak menganggu lalu-lintas.

“Ada delapan jurusan, mulai dari belakang pospol hingga rambu selanjang 100 meter digunakan, kondisi semerawut akan tertib, sesuai dengan harapan. Sebelumnya sudah ada pertemuan dengan para sopir angdes maupun angkot,” tegas Darsono.

Terpisah, Marni (48) salah satu pedagang sayur mengungkapkan, dirinya akan mengikuti aturan yang ada, asalkan pedagang lain yang berjualan di badan jalan dipindahkan ke lantai tiga Pasar Lematang.

“Aku nih nurut bae ding, asalkah pedagang lain pindah pule ke lantai tige, kalaupun masih ade di bawah ini, kami laju nurut pule, karena ini urusan perut masih banyak biaya yang lain lagi,” ujar Marni. (Din)

Leave a Reply