Jalan Macang Sakti Rusak Parah

Muba, jurnalsumatra.com – Kondisi jalan Simpang Beruge menuju Desa Macang Sakti, kecamatan Sanga Desa Musi Banyuasin (Muba) sejak tahun belakangan ini mengalami rusak parah, mulai dari lubang dalam, lumpur dan genangan air menghiasi jalan tersebut. 

Anehnya, meski Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin sudah melayangkan surat kepada PT. Astaka Dodol dan PT. Tri Aryani agar menghentikan kegiatan angkutan Batubara, sebelum adanya perbaikan sesuai spesifikasi dan teknis yang ditetapkan oleh Dinas PUPR Muba.  

Namun kondisi jalan tetap rusak dan berlumpur, karena penanggulangan perbaikan diduga tidak dilakukan secara optimal. Menariknya lagi meski kondisi jalan mirif lokasi Oprout, namun mobil pengangkut batu bara terus saja melintas.

Pasalnya 2 kontraktor houling pengangkut batu bara diduga merasa sudah menyumbang dana sebesar Rp 600 juta untuk perbaikan jalan dan uang koordinasi sebesar Rp 400 juta kepada PT. Muba Sarana, ditambah lagi perusahaan plat merah tersebut memungut uang sebesar Rp 50.0000 per mobil, sehingga pihak Astaka Dodol dan TRI Aryani merasa lepas dari tanggung jawab.  

Sehingga timbul sekarang ini saling tuding dan saling lempar tanggung jawab, pihak Muba Sarana ngaku, pekerjaan belum selesai mobil pengangkut batu bara tetap jalan, pihak perusahaan batu bara mengatakan, bahwa mereka sudah melakukan kerjasama degan pihak Muba Sarana, masyarakat yang kesulitan untuk melintas alias nanggung, tinggal lagi penegak hukum menilai mana yang benar. 

“Pagi pak rafik, terkait dengan penanggulan perbaikan jalan dan koordinasi lapangan dapat kami jelas kan sebagai berikut: bahwa terjadi kerusakan jalan.beruge-macan sakti sangat parah. Sehingga perlu penanganan serius untuk perbaikan, maka diadakan rapat koordinasi pengguna jalan dan instansi terkait. 

Kesimpulan rapat perbaikan jalan segera diperbaiki agar transportasi lancar, dan menunjuk perusda Muba Sarana untuk mengkawal dilapangan, selanjutnya menghitung kebutuhan biaya terdapat 600 jt di 6 titik ,diadakan rapat dengan houling terjadi kesepakatan 600 penanganan segera, dan pemeliharaan rutin dihimpun 50 per mobil juga sudah ada kesepakatan. 

Terkait dengan 200 juta, masing2 itu biaya koordinasi lokal termasuk penyiraman, ini juga sudah kesepakatan pihak perusahaan yang selama ini mereka lakukan, setiap masyarakat keamanan yang terkait ini kesepakatan bersama oleh pihak perusahaan,”Demikian penjelasan direktur PT. Muba Sarana H. Mohd. Daut. HD saat diwawancara Jurnal Sumatra.com melalui via WhatsApp.

Selain itu, Daut menjelaskan, Kondisi ini akibat hujan terus menerus, terjadi juga akibat pekerjaan belum selesai mobil pengangkut batu bara  tetap jalan.

“ini juga akan diperbaiki ,dengan menggunakan dana cadangan yang dikumpul 50 rb per mobil, mudah2n menjadi bahan dan tidak salah persepsi, inti semuanya ini bermaksud etikad baik,dan kalau tidak menyalahi kami siap kawal dan selalu berkoordinasi,agar terkoordinir dengan baik.”Ujarnya. 

Ditegaskannya, bahwa penanggulangan perbaikan kerusakan jalan Macang Sakti saat ini adalah tanggung jawab pihak perusahaan. 


“Selusurilah dindo,mana yang terbaik PT. Muba Sarana BUMD plat merah, tidak mungkin untuk kong klingkong, besok akan ada perintah penyetopan jalan, sebelum diperbaiki secara optimal,” Tegas Daut.

Sementara HRD PT Astaka Dodol Jhon saat dikonfirmasi melalui via henpone menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan pihak Muba Sarana. 

“Selamat siang pak Rafik, kami dari Perusahaan PT. ASTAKA DODOL sudah melakukan kerjasama dengan pihak Muba Sarana dalam hal transportasi kelancaran angkutan batu bara melalui jalan Kabupaten.” Jelas dia. 

Terpisah, kepala Dinas PU.PR Muba Herman Mayori mengatakan, bahwa jalan Macang Sakti awalnya masyarakat itu sudah bekerjasama dengan Muba Sarana dibantu Dinas PUPR untuk melaksanakan kerja dilapangan dan kami mengajukan untuk 6 PT biaya dari transporcer PT Wira dan PT Alpa, biaya itu di serahkan ke Muba Sarana. 

“Waktu itu disepakati, kami kerja dulu setelah bagus  jalan boleh lewat dan selama masa kerja mereka agar lewat malam mereka sudah membuat pernyataan bahwa mereka akan mengeluarkan  truk batu bara dari jam 5 sore sampai jam 7 pagi.

Kenyatanya dari minggu-minggu kemarin itu mereka masih mengeluarkan truk siang hari terakhir hari selasa sore ratusan truk  batubara memaksakan diri keluar siang posisi lagi hujan, akhirnya jalan macet total. Kemarin sudah saya lapor bupati kini baru rapat dengan SEKDA kami dari PUPR tidak mau di salahkan, matrial yang sudah ada di lapangan telah kami ampar minggu ini setelah selesai pekerjaan haparan batu PUPR akan menarik alat berat kami tidak bertangung jawab lagi. 

Lanjutnya, terakhir kami melapor pada pak bupati bagaimana solusi. Jadi solusinya begini kalau betul armada batu bara mau lewat perbaiki jalan ini sampai tuntas.”Terangnya.

Mayori juga menegaskan, bahwa sekarang untuk ke dua kalinya Astka Dodol ini ingkar janji. “Dulu membuat surat pernyataan jalan sampai macang sakti tidak jalan.  Sekarang dari muba sarana ke Alat-alat buat surat lapangan bahwa mereka akan mengangkut dari jam 5 sore sampai jam 7 pagi. Jadi kami kesal percuma  kami kerja kalau mereka masih maksakan diri  PUPR mundur seluruh material kami hampar kemudian dalam seminggu ini seluruh alat PUPR di tarik,”Tegas Mayori. (Rafik Elyas)