Jalan Protokol Ciajur Dikepung Banjir Cileuncang

     Cianjur, jurnalsumatra.com – Banjir mengepung wilayah perkotaan Cianjur, Jawa Barat dengan ketinggian air mencapai betis orang dewasa,  diduga diakibatkan sampah yang menyumbat saluran drainase.
Banjir terjadi setelah Cianjur diguyur hujan deras sejak Jumat sore hingga menjelang malam, selang beberapa jam hujan turun hingga  sejumlah ruas jalan protokol digenangi banjir Cileuncang.
Air setinggi betis orang dewasa mengenangi Jalan Dr Muwardi-By Pass, Jalan Mangunsarkoro, Jalan HOS Cokroaminoto, Moch ali dan ruas jalan protokol lainnya.
Akibatnya arus lalulintas tersendat bahkan di beberapa titik hingga terjadi kemacetan.”Mulai banjir sejak sore, awalnya hanya setinggi mata kaki, tapi semakin lama dan hujan masih deras, ketiggian air sampai betis orang dewasa,” kata Arief (25) pengendara sepeda motor.
Bahkan antrian kendaraan dari arah Cipanas, menuju Cianjur sempat menggular dengan panjang antrean mencapai 4 kilometer karena Jalur By Pass tergenang banjir dan sulit dilalui kendaraan.

Beberapa orang pengendara sempat terjebak banjir yang menyebabkan kendaraan mogok, sehingga petugas dibantu warga mendorong kendaraan yang mogok ke daerah yang aman dari banjir untuk diperbaiki.       Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang mendapat laporan langsung mencek ke lapangan terkait banjir yang melanda sebagian besar jallur protokol.
Menurut dia, banjir terjadi akibat saluran drainase yang tertutup sampah yang dibuang warga sembarangan. Dia menampik penyebab terjadinya banjir akibat drainase yang tidak berfungsi dengan baik.      “Sebenarnya ini akibat dari ulah warga drainase sudah kami perbesar, saluran air diperbanyak. Tapi karena ada sampah yang dibuang smbarangan, jadi terbawa air hujan dan menutup saluran yang ada,” katanya.
Setelah dilakukan pembersihan di lubang saluran air, banjir langsung hilang menjelang tengah malam.”Sekarang sudah normal, tidak ada langi banjir,” katanya.
Pihaknya mengingatkan warga untuk tidak membuat sampah smbarangan dan tepat waktu saat pengangkutan oleh petugas karena meskipun selalu dilakukan pembersihan masih banyak warga yang tidak peduli dengan membuang sampah sembarangan.
Sementara banjir yang melanda wilayah perkotaan ditanggapi beragam oleh warga, bahkan di media sosial warga menilai banjir yang tidak pernah terjadi selama ini akibat buruknya drainase yang baru dibangun beberapa waktu lalu.(anjas)

Leave a Reply