Jalan Provinsi Muba Pali Kian Memprihatinkan

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Meski uang puluhan milyaran rupiah habis dikucurkan hampir setiap tahun untuk peningkatan. Namun sejak tahun belakangan ini Jalan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) penghubung Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) tak pernah mulus seperti yang diharapkan oleh masyarakat bahkan sekarang jalan ini kian memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan jurnalsumatra.com dilapangan, meski pemerintah sudah berupaya menimbun lubang jalan dengan batu gunung, namun kondisi jalan Jalan Sekayu Pali tetap sulit untuk dilalui  ditambah lagi maraknya mobil fuso pengangkut batu bermuatan me;ebihi kapasitas tonnage hingga kerusakan jalan semakin parah.

Bahkan Selasa (10/7/2018) arus lalulintas sempat macet gara-gara satu unit mobil Fuso pengangkut batu milik PT SNS tersangkut lubang dijalan tersebut.

“Kondisi jalan ini memang tidak pernah nyaman dilalui. Karena terdapat kerusakan disejumlah titik. Sebenarnya kami pengguna jalan malas lewat disini, habis bagaimana lagi karena inilah akses satu-satunya untuk menuju Kabupaten Pali.”Keluh Antoni (35) salah satu pengguna jalan asal Prabumulih saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com kemarin.

Sementara Ratih Rafika Sari SE (22) warga desa Rimba Ukur Kecamatan Sekayu, menjelaskan kerusakan jalan menimbulkan debu disaat musim panas. “Serba salah musim hujan becek, hari panas debu beterbangan kemana-mana, ini sangat menganggu pernapasan warga terutama para pengguna jalan. Disini saya juga heran, kalau tidak salah jalan ini belum lama selesai ditingkatkan dengan biaya puluhan milyar rupiah. Namun kondisi jalan tak semulus yang masyarakat harapkan, lihat saja sekarang ini. “Ujarnya.

Ratih Rafika Sari berharap dalam waktu dekat dinas PU PR provinsi Sumsel memperbaiki jalan Sekayu-Pali. Karena jalan tersebut akses satu-satunya bagi masyarakat terutama masyarakat Kecamatan Sungai Keruh dan Plakat Tinggi.

“Hendaknya dalam waktu dekat dinas PUPR provinsi memperbaikinya, karena jalan ini akses satu-satunya bagi masyarakat terutama masyarakat Kecamatan Sungai Keruh dan Kecamatan Plakat Tinggi. Begitu juga dengan dinas perhubungan Muba, mereka harus jeli menjalankan tugas. Kenapa mobil kelas satu yang diduga bermuatan oper kapasitas dengan bebas berlalulalang dijalan kelas tiga. Bayangkan muatan untuk satu mobil Fuso itu diperkirakan mencapai 25 kubik batu, belum lagi bobot kendaraan kenapa tidak hancur.”Sesalnya. (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 12 =