Jalan Sekayu-Pali Semakin Rusak Parah


Muba, jurnalsumatra.com Kerusakan Jalan Sekayu penghubung Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) tidak hanya mengingatkan warga ke era tahun 80 an, kondisi Jalan sekarang malah menjadi gendala besar bagi masyarakat Musi Banyuasin (Muba). Tidak hanya itu, kerusakan Jalan Sekayu-Pali tepatnya di KM 10 Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu juga mengakibatkan puluhan siswa-siswi tidak bisa mengikuti pelajaraan di Sekolah.   

Berdasarkan pantauan Jurnal Sumatra.com dilapangan, kondisi jalan provinsi antar kabupaten itu banyak mengalami kerusakan, mulai dari debu, lumpur, lubang mengangah, genangan air, timbunan batu gunung menghiasai jalan tersebut. Kondisi ini kerap menimbulkan kecelakaan dan kemacetan panjang arus lalulintas.

Seperti terjadi Selasa (12/2/2019) akibat salah satu kendaraan jenis truck tepatar dilubang yang berlumpur dengan kedalaman lebih-kurang satu meter, kemacetan mencapai 2 kilometer pun terjadi dijalan tersebut. Hal ini menjadi keluhan para pengguna jalan bahkan gara-gara mobil yang mereka tumpangi terjebak kemacetan, puluhan anak-anak sekolah terpaksa pulang karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk bersekolah.

“Sudah biasa pak menunggu seperti ini apalagi musim hujan. Kami berharap pemerintah untuk segera memperbaiki jalan kami. Sebab gara-gara kerusakan Jalan kami susah kadang magrip tiba dirumah bahkan kami sering telat datang ke Sekolah. Seperti hari ini kami terpaksa pulang karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk bersekolah, mana sekarang ini sudah mendekati ulangan.“Celoteh Devi (15) siswi SMKN Sekayu asal desa Rantu Sialang saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com kemarin.    

Sementara Samsul (55) salah-satu pengguna jalan mengutarakan,  kalau kondisi jalan Sekayu-Pali sekarang ini mengingatkannya ke era tahun 80an. “Persis di era tahun 80an kendaraan tak pernah bersih saat melintas, apalagi pengguna roda dua, setibanya dikota Sekayu mau tak mau mencari air untuk mencuci  sepatu dan kaki sepan yang kotor terkena lumpur. hanya bedanya  ditahun 80an itu, kerusakan jalan terjadi secara menyeluruh karena memang belum di aspal.”Ujarnya.

Sementara Lukman (38) salah satu sopir truck angkutan mengaku, kalau dirinya sempat bermalam dijalan Sekayu-Pali gara-gara mobil yang dikendarainya rusak saat tepatar.

”Serba-salah melintas dijalan ini apalagi dimusim hujan, jika kurang hati-hati mobil bisa tepatar bahkan terjungkal, hendaknya pemerintah segera memperbaikinya atau setidaknya melakukan tanggap darurat, jika dibiarkan seperti itu kerusakan semakin parah.” harap dia. (Rafik Elyas)   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 4 =