Jalur Lumajang-Malang Sempat Terganggu Pohon Tumbang

       Lumajang, jurnalsumatra.com – Jalur selatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa Timur sempat terganggu dan ditutup total akibat pohon tumbang yang melintang di kawasan Piket Nol pada Rabu.
Hujan sejak Selasa(13/11) sore menyebabkan pohon tumbang dengan diameter 130 cm di Jalan Raya Dampit-Lumajang KM 59 atau tepatnya di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Rabu(14/11) dini hari, kata Kabid Kesiapsiagaan, Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo di Lumajang, Rabu.
Menurut dia, pohon tumbang tersebut menutup total akses jalan roda dua dan roda empat arah Pronojiwo Sumberwuluh yang merupakan jalur utama selatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang-Malang, sehingga akses jalan tersebut tidak bisa dilewati selama beberapa jam.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena saat pohon tumbang tidak ada kendaraan yang melintas dan penyebab tumbangnya pohon karena sudah tua, sehingga mudah roboh saat diterjang angin kencang,” katanya.
Ia mengatakan upaya yang dilakukan BPBD Lumajang yakni mengirim TRC PB BPBD Lumajang, kemudian melakukan pemotongan pohon yang tumbang, berkoordinasi dengan aparat Koramil dan Polsek Candipuro, serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup da PLN.

     “Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Lumajang tiba di lokasi untuk melakukan penanganan dan berkordinasi dengan aparat terkait beserta warga dan pengguna jalan lain,” tuturnya.
Ia menjelaskan TRC PB BPBD Lumajang melakukan pemotongan dan penanganan pohon jenis bendo yang tumbang melintang di jalan, sehingga kendaraan roda dua bisa melewati akses jalan tersebut.
“Untuk kendaraan roda empat atau minibus bisa melalui jalur tersebut dengan sistem buka tutup untuk memperpendek kemacetan, namun akses jalur selatan Lumajang-Malang kembali lancar pada siang harinya,” katanya.
Wawan mengimbau pengendara yang melintas di kawasan Piket Nol untuk meningkatkan kewaspadaannya selama musim hujan karena daerah tersebut rawan pohon tumbang dan tanah longsor.
“Berdasarkan data BPBD Lumajang tercatat sebanyak 11 titik rawan longsor mulai dari Desa Sumberwuluh hingga perbatasan di Kecamatan Candipuro-Pronojiwo, sehingga para pengendara harus ekstra hati-hati dan sebaiknya tidak melintas kawasan Piket Nol saat hujan deras,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply