Japnas: Produk Lokal Perlu Dukungan Pemkot Bandung

Bandung, jurnalsumatra.com – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) menyatakan para pengusaha di level mikro memerlukan dukungan besar dari Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, untuk mendorong intervensi pasar agar bisa memberikan peluang bagi produk lokal.
“Sekarang produk lokal belum menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri akibat banjirnya produk impor,” ujar Ketua Japnas Kota Bandung, Dendy Akad Buldansyah, di Bandung, Senin.
Dendy menjelaskan, Kota Bandung saat ini menjadi salah satu pusat perdagangan di Indonesia.
Akan tetapi, pasar perdagangan masih dikuasai produk-produk asing dan sangat sulit bagi produk lokal untuk bersaing, ujar dia.
Kondisi produk lokal, kata Dendy, sebetulnya memiliki potensi besar dalam mengisi kebutuhan pasar domestik khususnya Kota Bandung.
Namun menjamurnya produk-produk luar membuat para pengusaha mikro kewalahan untuk bisa bertahan, tambah dia.
“Beragam produk mulai dari fesyen, kuliner, barang kebutuhan rumah tangga, dan lainnya dari anggota Japnas banyak yang punya potensi namun sulit berkembang, sehingga butuh dukungan pemerintah daerah,” katanya.

Dendy menjelaskan, produk lokal saat ini hanya sebatas simbol dari adanya aktivitas perekonomian daerah semata. Produk-produk lokal ini belum menjadi penopang ekonomi suatu daerah yang bisa bergulir secara mandiri.
Apabila produk lokal bisa mandiri, akan berimplikasi sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat, sehingga pemberdayaan ekonomi lokal bisa menjadi solusi menekan angka kemiskinan dan persoalan sosial lainnya.
“Keberpihakan tersebut mulai dari imbauan penggunaan produk lokal bagi masyarakat khususnya PNS, atau dalam bentuk peraturan daerah yang melindungi produk lokal,” kata dia.
Hal lain yang dapat dipetik dari keberpihakan pada produk lokal, kata Dendy, tidak akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi global.
Ia mencontohkan, saat nilai tukar dolar terus naik, produk lokal justru bisa tetap bertahan, pasalnya tidak mengandalkan pasokan dari luar negeri, sehingga kenaikan nilai tukar dolar tidak akan berpengaruh pada produksi lokal.
“Jadi perekonomian tidak ikut terguncang oleh isu ekonomi global yang kini terus membuat resah para pengusaha, karena dari produk lokal ini sedikitnya 75 persen bahan ataupun pengerjaannya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 13 =