Jawarah: Wartawan Arus Utama Jangan Ikuti Medsos

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Ketua Jaringan Wartawan Anti Hoax (Jawarah) Agus Sudibyo menilai masih ada harapan baik tentang masa depan pers konvensional selama wartawan dapat menyajikan sesuatu yang lebih baik dari media sosial.
“Menurut saya, teman-teman wartawan jangan menjadi ‘follower’ media sosial ketika menjalankan praktek jurnalisme,” ujar dia di Jakarta, Selasa.
Beberapa riset menunjukkan, kata Agus, meski mengetahui suatu kabar merupakan hoax, sejumlah jurnalis tetap melakukan pemberitaan tanpa memprosesnya lebih lanjut.
Padahal media jurnalistik dapat bertahan hidup apabila tidak mengikuti kabar simpang siur dalam media sosial.
“Kembalilah pada jurnalisme yang bermartabat, karena jurnalisme yang bermartabat tetap diperlukan masyarakat,” ucap Agus.
Ia mencontohkan hal yang terjadi di AS, pada awalnya masyarakatnya suka membaca koran, radio, televisi, kemudian bermigrasi menjadi pembaca media sosial.

    Namun, ketika media sosial sudah membuat jenuh karena terus memecah belah, masyarakatnya ingin kembali ke media konvensional, tetapi mereka kecewa karena ketika kembali ke media konvensional ternyata sama saja.
Media konvensional seperti televisi, radio, koran, portal berita berita juga sama dengan media sosial yang penuh dengan isu yang memecah belah. Hal itu menimbulkan frustasi yang luar biasa di AS.
Hal tersebut menunjukkan akhirnya masyarakat akan jenuh pada media sosial dan akan beralih ke media konvensional atau mereka membaca media sosial hanya untuk mencari gosip, sementara saat mencari informasi lebih lengkap mereka akan membaca media konvensional.
“Saya kira kasus di AS akan terjadi di Indonesia cepat atau lambat. Masyarakat makin lama tahu ingin gosip baca media sosial, kalau berita lengkap kembali ke media jurnalistik, koran, radio, TV, portal berita,” tutur Agus.(anjas)

Leave a Reply