JCH Kampar Diberangkatkan Ke Mekkah Tiga Gelombang

     Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Jamaah calon haji asal Kabupaten Kampar, Riau yang tergabung dalam kloter 5 akan diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah dalam tiga gelombang.
“Ada 213 JCH  berangkat dari Bangkinang menuju Pekanbaru pada 22 Juli 2018, ini pemberangkatan gelombang pertama dari tiga gelombang yang dijadwalkan,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kampar, H Dirhamsyah di Kampar, Senin.
Gelombang pertama berjumlah 213 JCH berkumpul di Islamic Center Kabupaten Kampar pada 22 Juli  pukul 05.30 WIB dan berangkat dari Islamic Center menuju Pekanbaru (Masjid Agung An-Nur) pukul 07.30 WIB.
Dari Pekanbaru JCH gelombang pertama menuju Batam pukul 11.50 WIB, tiba di Bandara Hang Nadim Batam 12.40 WIB, dengan menggunakan Pesawat Lion Air ER 900, dengan nomor penerbangan I.
Berikutnya gelombang kedua berjumlah 214 JCH, berkumpul di Islamic Center Kabupaten Kampar pada pukul 05.30 WIB.
“JCH gelombang kedua ini berangkat dari Islamic Center menuju Pekanbaru (Masjid Agung An-Nur) pukul 07.30 WIB. Dari Pekanbaru menuju Batam pukul 12.15 WIB, tiba di Bandara Hang Nadim Batam 13.05 WIB, dengan menggunakan Pesawat Lion Air ER 900, dengan nomor flight II,” kata Dirhamsyah.
Sedangkan gelombang ke tiga berjumlah 14 JCH, berkumpul di Islamic Center Kabupaten  Kampar pada pukul 10.00 WIB. Berangkat dari Islamic Center menuju Pekanbaru (Masjid Agung An-Nur) pukul 11.00 WIB.

Dari Pekanbaru, katanya mereka akan  menuju Batam pukul 15.00 WIB, tiba di Bandara Hang Nadim Batam pukul 15.50, dengan menggunakan Pesawat Lion Air NG 800, dengan nomor Flight III, papar Dirhamsyah
“Dengan diberitahukannya jadwal pemberangkatan JCH Kabupaten Kampar dari Bangkinang-Pekanbaru-Batam ini, hendaknya para JCH bisa mencatat dan mengingatnya, agar waktu pemberangkatan nanti, bisa berjalan sesuai dengan jadwal,” katanya.
Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslimin sedunia yang mampu secara material, fisik, dan keilmuan dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji ( ulan Dzulhijah ).
Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang biasa dilaksanakn sewaktu – waktu. Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada 8 dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di padang Arafah pada 9 dzulhijjah.
Ibadah haji berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan ) pada 10 dzulhijjah, sementara itu masyarakat Indonesia biasa menyebut juga hari raya Idul Adha sebagai hari raya haji kerena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.(anjas)

Leave a Reply