Jelang Hari Natal Harga Karet Anjlok

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Bukan rahasia umum lagi menjelang hari-hari besar seperti Natal, lebaran dan 17 Agustus, kerap terjadi penurunan harga karet.

Hal ini menjadi pertanyaan masyarakat, bahkan para tauke karet pun khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kualahan dan sibuk menjual barang dagangannya, karena takut mengalami kerugian.

“Kalau setiap hari besar, optimis harga karet terjadi penurunan. Penyebabnya kita tidak tau, apa    memang berlaku secara inter nasional. Atau diduga perusahaan yang bergerak dibidang karet dibebankan biaya seperti THR dan biaya oprasional kegiatan oleh oknum pejabat. Maka untuk menutupi dugaan tersebut pihak pabrik menurunkan harga pembelian karet dari masyarakat. “Ujar Gunadi (57) tauke karet asal desa Rimba Ukur (C-5) saat dibincangi jurnalsumatra.com.

Menurut Gunadi dengan harga pemasaran karet yang kerap tidak menentu, membuat para pedagang kalang-kabut bahkan tidak sedikit tauke karet mengalami bangkrut.

“Tauke karet ini laksana pepatah Hidup Segan Mati Tak Mau. Mau berhenti jadi pedagang karet, usaha lain tidak ada. Ingin diteruskan inilah contohnya, stok karet belum banyak terkumpul hari natal nyaris tiba, jadi mau tidak mau kita jual. Sebab bila kita tampung atau menunggu selesainya perayaan hari natal, karet mengalami penyusutan bahkan bisa berujung bangkrut.”Ujarnya.

Sementara Alamsyah Latif (ustad coy) salah satu toko pemuda di Kabupaten Muba berharap agar pihak kementrian perdagangan melakukan pemantauan setiap menjelang perayaan hari besar.  “Menjelang hari besar itu stok karet memang sering melonjak. Pasalnya seluruh petani karet menjual hasil sadapan, karena mereka perlu biaya.

Tapi hendaknya pihak kementrian perdagangan melakukan pemantauan, jangan sampai perayaan hari besar seperti Natal, lebaran dan 17 agustus dimanfaatkan oknum perusahaan. Jika perlu jelaskan kepada public alasan dari turun nya harga karet supaya tidak membuat masyarakat penasaran.”Harap dia. (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 2 =