Jelang Natal Masyarakat Diimbau Teliti Barang Kadaluwarsa

     Kupang, jurnalsumatra.com – Menjelang perayaan Natal 25 Desember dan penutupan tahun 31 Desember mendatang, masyarakat Kota Kupang ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur diimbau untuk teliti dalam membeli barang untuk menghindari barang kadaluwarsa.

“Masyarakat harus lebih peka, hati-hati dan cermat dalam membeli barang. Boleh jadi akan ada barang yang masa berlakunya sudah berakhir (kedaluwarsa),” kata Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man di Kupang, Kamis.

Dia mengatakan barang yang sudah melampui masa berlakunya akan sangat memberi dampak buruk bagi penggunannya. “Apalagi yang berkaitan dengan bahan makanan, minuman dan produk kosmetik,” kata dokter umum itu.

Oleh karena itu, sebagai pembeli masyarakat diminta cermat dan memperhatikan daftar masa berlaku barang yang tercantum pada setiap kemasannya.

Menjelang hari raya, lanjut dia, bukan tidak mungkin akan dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pedagang dan distributor untuk mendagangkan sejumlah kebutuhan yang sudah lewat masa berlakunya.

Semua barang yang sudah kadaluwarsa itu dikemas dalam aksi diskon berbelanja, sehingga menarik peminat untuk mebeli. Dalam kesempatan itu, masyarakat karena tergiur dengan diskon yang ditawarkan, lalu lupa melihat masa waktu barang tersebut.

“Jangan terbuai diskon lalu memborong semua barang yang ternyata kadaluwarsa,” katanya.
Pemerintah Kota Kupang akan menerjunkan tim gabungan melakukan pemantauan lapangan untuk membantu mengawasi kemungkinan masih beredarnya barang kadaluwarsa di pasaran, baik pasar tradisional maupun pasar modern.

Kepada para pedagang dan distributor diimbau untuk tidak lagi memajang dan mendagangkan barang yang sudah kedaluwarsa. “Kami akan turunkan tim jika kami temukan akan kami sita dan kami musnahkan,” katanya.

Terkait kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di pasaran, Wakil Wali Kota Kupang dua periode itu mengatakanmasih aman.

Dia bahkan mengaku telah menerjunkan tim terpadu melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan, untuk memastikan distribusi barang lancar dan tidak dilakukan penimbunan untuk kepentingan menaikan harga jual. “Itu perilaku yang biasa dilakukan oknum tak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan di hari raya ini,” katanya.

Praktik (penimbunan) ini harus dicegah karena akan sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen.

Jika penimbunan terjadi maka barang di pasaran akan berkurang, sementara hal itu menjadi kebutuhan yang paling pokok oleh masyarakat. “Makanya jika oknum penimbun menaikan harga jual tetap akan dibeli karena telah menjadi kebutuhan masyarakat. Itulah yang tidak kita inginkan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply