Jelly Ambil Paksa Mahkota Mia

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Seorang pelajar (18) di salah satu Sekolah Menegah Atas (SMA) di Kabupaten Lahat, hanya tinggal meringis kesakitan dan trauma.

Korban yang diketahui bernama MNS (18) warga Desa Beringin Jaya, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat ini, harus merelakan kehormatannya diambil secara paksa oleh Jelly Alexander (28) warga Desa Karang Cahaya Kecamatan Kikim Selatan, Lahat.

“Setelah mendapatkan LPB/10/IX/2018/Sumsel/Res Lahat, tanggal 4 September 2018. Petugas langsung mencari keberadaan Jelly Alexander. Tersangka akan kita jerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan, ” ungkap Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Darma SIK, Jum’at (28/9/2018), kemarin.

Menurut kronologis kejadian, sambung Dwi Darma, pada hari Selasa (4/9/2018) lalu, sekitar pukul 14.00 WIB berlokasi di Desa Pagardin Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat, berawal pelaku mencegat korban yang melintas sedang mengendarai Sepeda Motor (SPM).

Lanjut, kata Kasat Reskrim Polres Lahat, dikarenakan korban mengenal Jelly Alexander, lalu korban menghentikan sepeda motornya. Keduanya sempat bercerita, tak lama kemudian, TSK memintak diantar ke pondok kebun milik pelaku dgn alasan hendak mengambil Hand Phone yg tertinggal.

“Nah, setiba ditempat kejadian perkara (TKP), tanpa basa basi lagi tersangka pun langaung menarik dan menggerayangi tubuh kemolekan korban yang statusnya masih pelajar itu, ” imbuhnya.

Penangkapan TSK sendiri sambung Dwi Darma, usai menerima LP dari keluarga korban, lalu Rabu (26/9/2018) sekitar jam 21.30 WIB, berlokasi di Desa Merapi Barat, Kabupaten Lahat, anggota berhasil mencokok Tersangka Jelly Alexander alias Jili.

“Jadi, sekira pukul 21.30 WIB Tersangka berhasil kita amankan. Saat itu, pelaku bersembunyi di dalam pondok kebun milik keluarga TSK. Disesalkan, ketika dilakukan penggerbekan TSK mencoba melawan petugas dengan menggunakan Sajam jenis Golok karena membahayakan jiwa Polisi, akhirnya TSK diberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku.

“BB yang berhasil kita sita diantaranya, satu lembar baju kemeja SMA warna putih robek pada bagian belakang. Satu lembar rok panjang warna abu-abu robek pada bagian samping. Satu lembar celana dalam warna merah muda terdapat bercak darah. Satu lembar baju kaus dalam warna coklat dalam keadaan kotor. TSK masih diperiksa secara itensif guna proses kasus ini kedepannya, ” pungkas Dwi Darma. (Din)

Leave a Reply