Jembatan Darurat PT EKM Mengkhawatirkan

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Jembatan darurat  yang dibangun PT. Elvin Karya Mandiri tepatnya didesa Suka Makmur (Sp-4) Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), bukannya membuat warga nyaman melintas, malah warga khawatir dan takut jembatan darurat tersebut ambruk. Pasalnya jembatan darurat itu terkesan dikerjakan semau gue, sehingga berpotensi  membahayakan para pengguna Jembatan.

Berdasarkan pantauan wartawan Jurnal Sumatra.com dilapangan, kondisi Jembatan darurat itu hanya dipasang pagar sebelah. Landasan jembatan menggunakan kayu bulat berukuran kecil sementara papan lantai yang digunakan dinilai sudah rapuh. Tapi meskipun kondisi Jembatan dapat membahayakan para pengguna jalan, namun terkesan diabaikan oleh pihak kontraktor.

Masih dalam pantauan, menurut keterangan PT. Elvin Karya Mandiri yang tengah melakukan penggantian tiga unit jembatan besi menjadi 2 unit Jembatan beton dan satu unit box culvert  pada ruas jalan Suka Makmur (Sp-4)- Bangun Harja (Sp-6) Kecamatan Plakat Tinggi itu diduga milik oknum anggota DPRD Muba berinisial BR politisi Partai Golkar.

Bahkan proyek yang dikelolah anak kandungnya berinisial DK itu diduga cukup banyak, mulai dari pembangunan Jembatan, Box Culvert sampai ke beberapa peningkatan jalan dengan cor beton.

Sementara kepala desa Suka Makmur Kur Bambang membenarkan kalau jembatan darurat yang dibangun PT. Elvin Karya Mandiri itu mengkhawatirkan warga terutama pengguna Jembatan.

“Sebenarnya permasalahan ini sudah beberapa kali saya bicarakan dengan pihak kontraktor meminta agar jembatan darurat itu dibangun secara layak. Sebab Jembatan itu urat nadi bagi warga untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Namun tidak ditanggapi. Maksud saya orang sudah tau semua kalau proyek ini milik Bahrul, jadi tunjukanlah pekerjaan itu yang menyentuh ke masyarakat karena dia seorang dewan, jangan arogan seperti ini. Apalagi kurangnya dari desa ingin menyebrangkan alat berat lewat kebun sawit untuk proyek yang lain tidak dipersulit, apabilah kurang kayu untuk pembuatan jembatan darurat kita suruh tebang dihutan saya.”Sesalnya.

Kur Bambang berharap agar jembatan ditata ulang mengingat pekerjaan tersebut masih membutuhkan waktu cukup lama.”Jembatan darurat itu dibangun dengan sangat sederhana, sudah banyak pengguna jalan yang mengalami kecelakaan termasuk saya, bahkan jalan sempat macet sewaktu mobil terperosok ditempat itu. Jadi mengingat pekerjaan masih lama saya harap jembatan tersebut ditata ulang, takutnya menelan korban jiwa.”Harap dia.

Berbeda dikatakan Kasmir selaku pelaksana lapangan PT Elvin Karya Mandiri. Menurut Kasmir pihaknya terus melakukan perawat terhadap jembatan agar pengguna jalan nyaman melintas.

“Tidak ada apa-apanya pak jembatan itu diperbaiki terus. Cuma permasalahannya mobil pengangkut buah kelapa sawit yang melintas itu melebihi kapasitas, nah ini pak persoalannya kadang-kadang kita musuh orang kampong ini susah, apa tidak bisa baca, papan himbauan bahwa kapasitas jembatan darurat itu maksimal lima ton.”Ujarnya.

Ketika ditanya, apa benar ini proyek Bahrul dan seberapa banyak proyek milik oknum dewan tersebut. Kasmir membenarkan namun untuk proyek yang lain ia tidak bisa menjelaskan.” ini proyek pak Bahrul, memang dikhabarkan seperti itu bahwa proyek beliau banyak, tapi kita tidak bisa menjelaskan pasalnya aku khusus Jembatan.

Ketika disinggung apa bisa terselesaikan beberapa peningkatan Jembatan yang bapak tangani mengingat waktu sudah mendesak. Dikatakannya, Isyaallah kami kejar pak. Cuma yang tidak bisa kami kejar mungkin Bok Culvert yang ada disana itu, bapak tau sendirikan kalau disana itu banjir.”Jelas dia. (Rafik Elyas)

Leave a Reply