Jembatan Dasan Agung Jadi Ikon Wisata Mataram

Mataram, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mencanangkan Jembatan Dasan Agung sebagai ikon wisata baru, sehingga selain merupakan akses penghubung juga menjadi objek wisata.
“Setelah pembangunan Jembatan Dasan Agung rampung, kami akan melengkapinya dengan berbagai ornamen lampu hias, agar bisa terlihat lebih indah dan menarik,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Kamis.
Kemal menyampaikan hal itu di sela mendampingi Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh melakukan peninjauan proyek pembangunan Jembatan Dasan Agung di pinggir Sungai Jangkuk yang nilai proyeknya sebesar Rp1,8 miliar.
Dikatakan, pemasangan ornamen lampu hias dan lampu penerang di sekiar jembatan direncanakan mulai terpasang bulan Februari 2019, sebab saat ini timnya sedang merancang desain ornamen untuk pengadaan tahun depan.
“Ornamen lampu hiasnya seperti di Jembatan Gantung Karang Baru, tetapi kami akan mencari jenis yang lebih bagus dan berkualitas,” katanya.
Sementara Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yang dikonfirmasi terkait rencana penetapan Jembatan Dasan Agung sebagai salah satu ikon wisata Kota Mataram, membenarkan hal itu sebab saat ini saja sudah banyak warga yang datang dan berswafoto di jembatan tersebut meskipun proses pembangunannya baru sekitar 80 persen.

“Saya yakin dengan penataan maksimal, jembatan ini bisa menjadi ikon wisata andalan yang mampu memberikan nilai positif serta nilai tambah bagi warga sekitar,” katanya.
Keberadaan jembatan ini, sudah lama ditunggu-tunggu warga termasuk pelajar untuk mempersingkat jarak tempuh antara warga di Kelurahan Dasan Sari dan Dasan Agung.
Jembatan dengan bentangan 40 meter dan lebar 3 meter tersebut, sudah bisa tembus langsung ke Jalan Langko “Jebak Belek”, sehingga bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Wali kota menambahkan, untuk mendukung Jembatan Dasan Agung sebagai salah satu ikon wisata di Mataram, pemerintah akan melakukan penataan lebih maksimal pada kawasan pinggir Kali Jangkuk.
“Karena itu, dukungan dan partisipasi masyarakat sekitar sangat dibutuhkan terutama agar tidak membuang sampah ke sungai,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =