Jembatan Hancur Warga Kertajaya Terisolir


Muba, jurnalsumatra.com – Kerusakan Jalan alternatif dan Jembatan penghubung didesa Kertajaya Kecamatan Sungai Keruh, Musi Banyuasin mengakibatkan warga desa tersebut kesulitan untuk menjual hasil pertanian. 

Ditambah lagi Jembatan terbuat dari kayu sebagai penghubung dusun 3-5 yang dibangun puluhan tahun silam kondisinya sekarang ini sudah mengkhawatirkan, hingga warga Kertajaya merasa terisolir.

“Inilah yang namanya terisolir pak. Mau jual hasil pertanian lewat desa Tebing Bulang, papan lantai jembatan Sungai Sake sudah habis dimakan usia. Lewat jalan alternatif penghubung Kertajaya-Rimba Ukur (C5) kondisinya rusak parah. Lewat jembatan kayu penghubung dusun 3-5 kondisinya saat ini sudah mengkhawatirkan, “Keluh H Ismail (60) warga setempat saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com kemarin.

Dijelaskannya, kalau jembatan Sungai Sake berada dijalan kabupaten yang menghubungkan kecamatan Plakat Tinggi.

“Jembatan ini dibutuhkan banyak orang terutama untuk mengeluarkan hasil tani, seperti masyarakat Tebing Bulang, Kertajaya, Kramat Jaya termasuk pengguna jalan dari Kecamatan Plakat tinggi.”Ujarnya.

Sementara kepala desa Kertajaya Al Aziz  S.Pdi membenarkan, kalau warganya kesulitan untuk menjual hasil pertanian. Dikarenakan kendaraan roda empat tidak bisa menyebrangi Jembatan Sungai Sake. 

“Sebisa-bisanya untuk mengeluarkan hasil pertanian warga lewat jalan alternatif Kertajaya -desa Rimba ukur (C5),  itupun nunggu jalan kering, karena ada beberapa titik badan jalan yang sulit dilalui kendaraan, apalagi musim hujan.”Jelasnya.

Ia berharap agar pihak terkait kiranya dapat melakukan tanggap darurat, terhadap jalan alternatif Kertajaya-Rimba Ukur. Sementara menunggu proyek pembangunan Jembatan direalisasikan.

“Kalau informasi dari pak camat Sungai Keruh dan ibu Nuti anggota DPRD Mub, tahun ini pembangunan jemabatan bakal direalisasikan, dan menurut mereka sekarang ini masih dalam proses tender. Tapi hendaknya saya pihak terkait membantu tanggap darurat pada jalan alternatif Kertajaya-Rimba ukur, agar masyarakat mudah beraktifitas terutama mengeluarkan hasil pertanian.”Harap dia.

Aziz juga menceritakan keberadaan Jembatan Kayu penghubung dusun 3-5 desa Kertajaya yang sejak tahun belakangan tadi kondisinya mengkhawatirkan. 

“Sebenarnya kalau Jembatan penghubung dusun 3 dusun 5 dapat difungsikan warga  tidak akan kesulitan untuk beraktifitas sehari-hari. Namun jembatan tersebut sekarang hanya bisa dilalui sepeda motor, kalau mobil takut ambruk, karena tulang jembatan sudah rapuh.

Ini sudah berapa kali diusulkan mulai dari kepala desa sebelumnya namun hingga kini belum ada respon. Mau dibangun menggunakan dana ADD takut menyalahi aturan, “lagi pula tidak akan terkaper, bisa-bisa dana desa habis untuk disitu saja, karena bangunannya terbilang besar. “Ungkapnya. (Rafik elyas)