Jembatan Penghubung Mulak Ulu – Semondo Porak Poranda

Lahat, jurnalsumatra.com – Belum temukan titik terang terkait isu teror tentang Harimau Sumatera, kini, persoalan baru muncul menimpa Pemerintahan Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat.

Akibat itensitas curah hujan cukup deras menyirami Bumi Seganti Setunggu beberapa pekan terakhir, ternyata berdampak pada Jembatan Penghubung warga Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat dengan warga Kecamatan Semendo kabupaten Muara Enim.

Jembatan milik Pemerintahan Provinsi Sum-Sel dengan panjang lebih kurang 50 Meter dan lebar 5 Meter terbuat dari Besi Baja ini, porak poranda, usai diterjang arus sungai Mulak. Akan tetapi, dari kejadian yang ada, tidak melumpuhkan aktifitas warga baik di Kecamatan Mulak Ulu Lahat, maupun warga Kecamatan Semendo Muara Enim.

“Benar, jembatan itu salah satu penghubung antara warga Mulak Ulu, Kota Agung, dan warga Kecamatan Semendo Muara Enim,” kata Kepala BPBD Lahat melalui Kabid BPBD Lahat Anantak MSi MM, Senin (30/12/2019).

Ia menjelaskan, dari peristiwa yang ada sedikitnya 70 rumah warga rusak berat, dan 7 unit hanyut terbawa arus. Sementara, fasilitas umum yang rusak kantor Camat Mulak Sebingkai, Musollah, kantor Paud, dan kantor Desa.

Untuk itu, sambung Anantak, dalam waktu dekat untuk lokasi banjir terletak di Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai Lahat, akan dirikan Bronjong untuk menahan tanah maupun arus sungai Mulak.

“Ambrolnya jembatan Desa Gramat penghubung warga Mulak Ulu, Kota Agung, dan warga Kecamatan Semendo Muara Enim tersebut. Selain sudah ada beberapa kepala Baut yang tidak lagi menempel dijembatan, ditumbur derasnya arus sungai Mulak menyebabkan tanah dibawa jembatan badan Jalan terkikis oleh air sungai Mulak. dan berujung Ambrol,” terang Anantak.

Diakuinya, langkah pertama yang diambil oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat, selain akan membuat tembok penahan banjir, juga akan mendirikan jembatan darurat agar aktifitas warga didesa Keban Agung, Desa Gramat, dan Desa Semendo tidak menjadi lumpuh.

“Insya Allah, dalam waktu dekat jembatan darurat akan kita buat segera secara bergotong royong, agar aktifitas warga yang ada tidak terganggu dan tidak sampai lumpuh. Dengan terputusnya Jembatan Gramat, tidak menjadikan aktifitas warga di Kecamatan Semendo terhenti. Karena, masih banyak jalan aternatif lainnya,” tambah Nanta lagi.

Tidak itu saja, diungkapkan Anantak, terkait kejadian yang ada, pihaknya BPBD Lahat telah menyampaikan persoalan yang ada dilapanga kepada pihak BPBD Provinsi Sum-Sel, agar segera dapat mengambil tindakan supaya aktifitas warga tidak menjadi lumpuh.

BPBD Kabupaten Lahat, dikatakan Anantak, telah memberikan bantuan berupa tempat perlengkapan makan, alat alat untuk anak sekolah, perlengkapan untuk balita, tempat mainan anak anak, dan mendirikan tenda darurat sebagai tempat penampungan bagi puluhan warga yang rumahnya rusak dan terbawa arus Sungai Mulak.

“Rusak berat rumah kami pak, tidak tau harus tidur dan makan dimana nantinya. Untuk tenda tenda darurat yang didirikan Dinas BPBD Kabupaten Lahat, kami belum tau bisa atau tidak menampung warga yang sangat banyak ini,” kata Merdian (42) warga Desa yang ruamhnya hancur.

Harapan disampaikannya, semoga dengan kejadian dapat mengambil hikma. Kemungkinan, ini merupakan teguran dari Allah SWT agar bagi semua masyarakat tidak lagi merusak kehidupan dialamnya.

“Kejadiannya begitu cepat, sekitar pukul 04.00 WIB subuh ayek Mulak naik dan sangat deras menyebabkan puluhan rumah disini rusak berat. Kami saja tidak bisa menyelamatkan benda benda berharga, karena derusan air sudah memaskui rumah. Alhamdulillah, tadi pagi pak Bupati meninjau lokasi dan memberikan bantuan bagi semua warga yang rumahnya rusak diterjang banjir bandang. Tenda darurat sudah didirikan pihak BPBP Lahat, sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas (Kadis) PU PR Lahat Ir Mirza ST MT dikonfirmasi mengaku, pihaknya telah melakukan koordinasi ke Provinsi Sum-Sel terkait untuk penanggulangan jembatan yang ambrul di Desa Gramat sebagai penghubung warga Desa Keban Agung, Gramat, dan warga Kecamatan Semendo.

Disamping itu, ambrolnya jempatan dengan panjang puluhan meter dan memakan lebar 4-5 meter tersebut, masuk Jalur Provinsi Sumsel.

“Untuk mengantisifasi agar tidak ada warga yang terjebab dilokasi. Kita sudah memintak bantuan TNI – Polri dan Dishub Lahat, dapat melakukan pengalihan jalur. Kita berharap masalah ini dapat segera diatasi supaya warga dilima desa yang ada tetap dapat beraktifitas seperti biasa jauh dari terisolir akibat ambrolnya jembatan tersebut,” imbuh Mirza. (Din)