JM Sekayu Dikhawatirkan Ambruk

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Jembatan Musi (JM) dijalan provinsi penghubung Sekayu-Pali tepatnya di Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tak bisa dipastikan keamanannya. Setelah ditabrak tongkang bermuatan batu-bara pada tahun 2016 lalu yang mengakibatkan tiang pengaman (fender) jembatan tersebut roboh.

Ditambah lagi, jembatan terus dilalui kendaraan Fuso bermuatan batu koral maupun CPO hingga lantai jembatan sekarang ini mengalami keretakan dan jebol bahkan Jembatan dikhawatirkan ambruk jika tidak segera diperbaiki.

“Kerusakan jembatan musi itu diduga akibat ditabrak tongkang bermuatan batu bara pada tahun 2016 lalu. Sebab tabrakan itu cukup dahsyat, tiang fender pengaman Jembatan itu saja roboh. Disini saya tidak mengada-ada, lihat saja kondisi tiang pengaman Jembatan itu sekarang ini bahkan kami warga setempat siap memberikan kesaksian atas peristiwa tersebut,”Kata M Musa (45) salah-satu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi dan Ormas Bersatu Kab Muba saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com Jum’at (5/10/2018).

Menurut Musa peristiwa penabrakan itu sudah ia sampaikan ke pihak Dinas Perhubungan Muba, namun tidak ditanggapi. “Sebenarnya peristiwa itu sudah saya sampaikan kepada Pathi Riduan kepala Dishub Muba, namun tidak ditanggapi, janji mau panggil pihak perusahaan, tapi turun kelapangan saja tidak.

Maka hingga kini belum jelas apa sanksi dan tanggung jawab perusahaan batu bara yang merobohkan tiang fender jembatan tersebut, termasuk kasus penabrakan jembatan Musi di desa Beruge kecamatan Babat Toman dan Jembatan Musi di desa Karang Ringin kecamatan Lawang Wetan ditahun-tahun sebelumnya.”Sesalnya.

Sementara Arif (30) warga setempat menjelaskan, bahwa kerusakan Jembatan Musi sejak tahun 2017. “Sebelumnya fisik jembatan itu memang banyak yang retak namun tidak begitu parah. Lantanya turun dan jebol itu pasca dilewati puluhan mobil fuso pengangkut batu koral. Sebelum lebaran itukan banyak mobil fuso pengangkut batu koral melintas dua puluh mobil berbaris.”Jelasnya.

Arif berharap pemerintah segera memperbaiki Jembatan tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.” Yach khawatirlah pak kami warga yang berdomisilih disekitar Jembatan, bagaimana kalau jembatan itu ambruk saat dilalui mobil pengangkut minyak, bukan tidak mungkin terjadi kebakaran.”katanya khawatir. (Rafik Elyas)

Leave a Reply