Jokowi Dapat Gelar Raja Agung Mangkunegara

Palembang , jurnalsumatra.com – Presiden RI Joko Widodo mendapatkankan penganugerahan gelar kehormatan adat Komering oleh Majelis Tinggi Adat Komering di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Presiden Jokowi mendapat  mendapat gelar Raja Balak Mangkunegara memiliki  arti Raja  Agung yang memegang kekuasaan tertinggi negara Republik Indonesia. Sementara itu, Iriana mendapat gelar Ratu Indoman yang artinya ibunda yang memberikan perlindungan kepada masyarakat dan pengayom rakyat yang tak lepas dari sopan santun. Penganugerahan orang nomor satu di Indonesia, tersebut, dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel, HM Herman Deru, bertempat di Griya Agung, Palembang, Minggu (25/11).

Jokowi mengucapkan rasa teriama kasih atas kehormatan besar yang telah diberikan kepadanya. Menurutnya, gelar yang diberikan oleh suku Komering di Sumsel sangat bermakna sebagai pesan dan harapan serta tanggungjawabnya untuk selalu mengangkat derajat masyarakat adat Komring. Dan yang lebih luas lagi memajukan masyarakat Sumsel.

“Saya berterimakasih sebesar-besarnya atas kehormatan yang diberikan kepada saya. Semoga kebudayaan dan kearifan lokal ini jadi kepribadian bangsa,” ujarnya.

Jokowi menuturkan,  di Indonesia tercatat ada sebanyak 714 suku yang dimiliki dengan budaya masing-masing yang berbeda satu sama lainnya. Hal ini menjadi modal yang kuat bagi Indonesia untuk meraih kemajuan.Berkaca pada cerita konflik di Afganistan, disana hanya ada 7 suku namun dua di antaranya bekonflik berkepanjangan hinggaa 40 tahun lamanya.

“Jika dibandingkan dengan 714 suku yang ada di Indonesia, jumlah tersebut sangat kecil sekali. Negara kita ini sangat besar dari Sabang sampai Merauke, ada 714 suku. Karena itu persatuan dan Kerukunan adalah aset kita,” jelasnya.

Konflik itu,   lanjut Jokowi, biasanya sering dimulai dari urusan politik, baik itu pemilihan Bupati, Walikota Gubernur hibgga Presiden. Menurutnya masyarakat sering lupa bahwa hal ini berulang setiap lima tahun.

“Rasional saja silahkan pilih A, pilih B silahkan. Jangan sampai ada gesekan sekecil apapun. Ini harus disyukuri. Karena kalau kita bisa satukan, ini bisa jadi aset. Kedepan semoga adat Komring ini berperan aktif menjaga kerukunan di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru pemberian gelar ini bertujuan  melestarikan budaya daerah Sumsel. Melalui silaturahmi dia berharap dapat meningkatkan kemajuan daerah Sumsel agat maju untuk semua.

“Pemberian gelar ini sudah melalui proses dan ritual adat Komering. Sudah direstui tetua dan Majelis Tinggi Komering Sumsel melalui musayawarah mufakat untuk berikan jajuluk atau gelar kepada Presiden Jokowi,” katanya.

Dia menambahkan,  pemberian adop/jajuluk/ gelar ini memiliki makna simbolik sebagai pertanda bahwa masyarakat Komering menghormati keberadaan seseorang yang telah berjasa pada masyarakat bangsa dan negara.

“Mereka yang dapat gelar ini diangkat jadi keluarga kehormatan dan bagian dari masyarakat Komering,” tandasnya.

Prosesi upacara pemberian dua gelar tersebut diberikan langsung oleh Ketua Majelis Tinggi Adat Komering Sumsel, H Romli Mustika Ratu. Di hadapan 44 Paguyuban se Indonesia, Bupati, Kepala OPD, FOKKU dan masyarakat Sumsel. (Yanti)

Leave a Reply