Jubir COVID-19 Sultra ingatkan warga akan protokol kesehatan

Kendari, jurnalsumatra.com – Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal mengingatkan masyarakat agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam penerapan tatanan normal baru mengingat kasus positif terus bertambah hingga mencapai 494 per 8 Juli 2020.

  “Dengan perkembangan kasus kita setiap hari terlihat bahwa penularan dan penyebaran masih benar-benar terjadi di tengah-tengah kita. Oleh karena itu kepada seluruh masyarakat dalam menjalankan aktivitas di era new normal tetap memproteksi diri, menjaga diri, menjaga orang lain dengan tetap menjalankan protokol kesehatan jaga jarak, pakai masker dan sering-sering cuci tangan dengan menggunakan sabun,” kata Rabiul, di Kendari, Rabu malam.

  Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh gugus tugas provinsi maupun kabupaten/kota untuk tidak lengah, namun tetap siaga karena penularan wabah COVID-19 masih terjadi.

  “Kepada seluruh jajaran gugus tugas baik provinsi ataupun kabupaten/kota jangan lengah, tetap siaga baik yang sudah tidak merawat lagi COVID-19 maupun yang sedang merawat kasus COVID-19 di daerahnya masing-masing untuk terus melakukan edukasi pencegahan penelusuran dan deteksi dini di daerahnya masing-masing agar COVID-19 di Sulawesi Tenggara benar-benar bisa kita kendalikan,” tutur Rabiul.

  Pada kesempatan itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra ini menyampaikan bahwa telah terjadi penambahan kasus baru konfirmasi positif COVID-19 di provinsi itu sebanyak tujuh orang sehingga total 494 per 8 Juli 2020.

  “Kasus baru sendiri terdiri dari empat orang Kota Kendari, dua orang Kabupaten Buton, satu orang Buton Tengah,” ungkap Rabiul.

  Dokter yang akrab disapa Dokter Wayong ini menyampaikan bahwa ada dua penambahan kasus sembuh masing-masing satu orang berasal dari Kabupaten Buton Tengah dan Kolaka Timur, sehingga total kasus sembuh dari COVID-19 tercatat 287 orang. Selanjutnya, kata dia, yang meninggal tetap delapan orang dan yang menjalani perawatan sebanyak 199 orang.(anjas)