Juhardi Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Lahat, jurnalsumatra.com  –  Entah permasalahan apa yang membelit korban Juhardi (25) warga Desa Senabing dusun I Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, sehingga, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara mengantung diri.

Peristiwa tragis itu, terjadi pada Kamis (09/04/2020) pukul 09.30 WIB dengan TKP di kebun karet milik Ahmad Sariman (38) warga Desa Keban Kampung I Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, korban yang ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

“Yang pertama menemukan korban yakni, Ahmad Sariman warga Desa Keban kampung I Kecamatan Lahat. Korban kondisinya sudah tidak bernyawa lagi dan tergantung dipohon karet dengan menggunakan tali nilon warna putih,” ungkap Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK MH CLA didampingi Kasat Reskrim AKP Herry Jusman SH disampaikan PAUR Humas AIPTU Liespono SH, Kamis (09/04/2020).

Liespono menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi bahwa sekira pukul 06.00 WIB saksi berangkat kekebun miliknya untuk bekerja dan pukul 09.30 WIB saat saksi akan pulang kerumah dalam perjalan saksi Ahmad Seriman melihat kain sarung berwarna biru di Pondok milik saudara Sariman.

“Kemudian, saksi melakukan pengecekan ke Pondok tersebut dan kemudian saksi Sunarti melihat korban tergantung di Pohon Karet yang jaraknya tidak jauh dari pondok tersebut,

melihat kejadian tersebut saksi langsung melapor ke pihak keluarga korban,” tambah Liespono.

Usai menerima laporan dari warga, personil Polsekta Lahat dipimpin Kanit Reskrim Polsekta Lahat IPTU Hamdani SH sambung Liespono, saat ke TKP ditemukan korban dalam keadaan tergantung dan terikat tali nylon warna putih pada bagian leher yang terhubung ke pohon karet dalam kondisi telah meninggal dunia.

“Sedangkan, untuk barang bukti (BB) ditemukan di TKP baju kaos lengan panjang warna abu – abu hitam, celana panjang bahan  jeans warna biru, Baju kaos oblong warna abu – abu, 1 unit Handphone merk LG warna hitam, 1 unit Headshet warna hitam, 1 unit korek api gas warna biru, 1 pasang sendal warna hitam dan 1 utas tali nylon warna putih,” terangnya.

Terakhir, menurut Liespono, hasik koordinasi dengan pihak keluarga korban bahwa korban diduga mengalami permasalahan keluarga. “Korban telah dibawa kerumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga korban dan pihak keluarga korban tidak bersedia untuk di Visum dan Otopsi,” pungkas PAUR Humas Polres Lahat. (Din)