Jumlah Pemilih Batam Bertambah 47 Ribu

Batam, jurnalsumatra.com – Jumlah pemilih di Kota Batam Kepulauan Riau untuk Pemilu 2019 bertambah sekitar 47.000 orang menjadi 676.479 orang dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 berdasarkan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Batam, Rabu.
“Rapat pleno hari ini menetapkan DPTHP-2 sebanyak 676.479 pemilih dan jumlah TPS 2.963 ,” kata Ketua KPU Batam, Syahrul Huda.
Perubahan daftar pemilih tetap itu berdasarkan beberapa hal, di antaranya pendaftaran pemilih baru yang sebelumnya tidak terdaftar dalam DPTHP-1 dan verifikasi data dari KPU RI.
Ia menyatakan puluhan ribu masyarakat mendaftarkan diri sebagai pemilih dalam posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang didirikan KPU di 64 kelurahan sepanjang 1-28 Oktober 2018, yang kemudian diakomodir oleh KPU.
Selain penambahan pemilih dari posko GMHP yang tersebar di 64 kelurahan se-Kota Batam, ada juga masyarakat yang mendaftar sebagai pemilih melalui aplikasi yang disiapkan KPU.
“Tapi yang mendaftar melalui aplikasi jumlahnya relatif sedikit,” kata dia.
Data baru yang masuk itu, diolah dan disandingkan dengan data yang lama, untuk menghindari pemilih ganda.
KPU juga mencoret 18.917 pemilih dari DPTHP karena dinilai Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“TMS ini bisa saja karena warga tidak ada di tempat, sudah meninggal tapi datanya masuk di sini. Ada beberapa kategori sehingga dinyatakan TMS,” kata dia.
Ketua KPU belum memastikan DPTHP2 yang ditetapkan sebagai daftar pemilih akhir yang digunakan untuk Pemilu 2019, menunggu petunjuk dari KPU RI.
Dalam kesempatan itu, ia bercerita penetapan DPTHP2 Kota Batam sempat ditunda selama sehari, berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu Batam, akibat masalah administrasi perhitungan pemilih di Kecamatan Batuaji dan Kecamatan Sekupang.
“Ada kesalahan administrasi yang ditemukan Bawaslu di Batuaji dan Sekupang karena dinilai tidak memenuhi standar pleno. Bawaslu bersepakat mengeluarkan rekomendasi penundaan hingga hari ini,” kata dia.
Sementara itu, rapat pleno penetapan DPTHP2 relatif berjalan lancar tanpa protes dari Bawaslu dan perwakilan partai peserta Pemilu.
“Lancar,” kata Fauzi, perwakilan Partai Keadilan Sejahtera.(anjas)

Leave a Reply