Jurnalis Gorontalo Serahkan Bantuan Warga Desa Terpencil

     Gorontalo,jurnalsumatra.com – Keluarga kurang mampu yang tinggal di perbukitan Desa Owata, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, mendapatkan bantuan dari gabungan jurnalis dari berbagai media, seperti pakaian hingga bahan pokok.
Kondisi keluarga kurang mampu yang menjadi tujuan kunjungan para jurnalis berada di bawah garis kemiskinan. Dengan beranggotakan 8 orang, keluarga kurang mampu tersebut harus bertahan hidup dan tinggal di dalam gubuk dengan luas yang hanya 2 kali 3 meter saja.
Arfan Hululo, kepala keluarga dari keluarga kurang mampu ini, Sabtu, mengaku bahwa tanah dari gubuk yang menjadi tempat tinggal mereka selama ini merupakan pinjaman dari pemilik tanah sebagai upah membajak kebun.
“Tanah yang menjadi tempat kami tinggal saat ini merupakan milik dari pemilik kebun tempat saya bekerja, setidaknya dengan bekerja mengurus kebun saya masih bisa memberikan tempat tinggal bagi istri ke enam orang anak saya,” jelasnya.
Kondisi perekonomian keluarga itu membuat lima dari enam anak Arfan akhirnya tidak bisa mengenyam pendidikan seperti anak pada umumnya.
“Dari ke enam anak saya, yang bisa merasakan indahnya bersekolah hanya satu orang saja, yaitu Hani. Dan kini hani sedang duduk di kelas 4 di SDN 3 Bulango Ulu,” jelasnya.
Selain itu, Dharma Wanita Kabupaten Bone Bolango, Bhayangkara Pembina Keamanan Masyarakat (Bhabinkantibmas) Aipda Ismet Ishak, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Camat Bulango Ulu I Wayan Ranawa juga turut serta dalam kunjungan pemberian bantuan kepada keluarga kurang mampu tersebut.
“Terima kasih pada wartawan dan pihak lainnya yang telah menyumbangkan segala bentuk kebutuhan pada keluarga bapak Arfan,” ucap, I Wayan Ranawa, Camat Bulango Ulu.
I Wayan menambahkan ia sangat senang dengan adanya kunjungan dari banyak pihak yang memberikan bantuan untuk keluarga bapak Arfan.
“Saya sangat menyayangkan masih ada keluarga kurang mampu yang tidak mendapatkan perhatian khusus, terlebih terhadap nasib dari keberlanjutan pendidikan dari ke enam orang anak tersebut,” keluhnya.
Ia menjelaskan, selain masalah perekonomian yang tidak mencukupi, lokasi tempat tinggal yang berada di puncak bukit juga menjadi kendala anak-anak tersebut untuk bersekolah.
“Membutuhkan waktu satu jam dari puncak bukit tempat mereka tinggal untuk bisa mencapai sekolah, itulah mengapa hanya ada satu orang anak saja yang bisa untuk mengenyam pendidikan,” jelasnya.
Selain itu, Femmy Udoki salah seorang perwakilan jurnalis Gorontalo mengatakan bawa kondisi keluarga yang cukup memprihatinkan dari bapak Arfan inilah menjadi hal yang mendorong pihaknya untuk melaksanakan kunjungan serta pemberian bantuan secara langsung.(anjas)

Leave a Reply