Kabiro Humas Protokol Sumsel Minta Cabut Pemberitaan

Palembang, jurnalsumatra.com – Pemprov Sumsel melalui Biro Humas dan Protokol meminta pemberitaan terkait penolakan audiensi Serikat Pimred dan Perusahaan Media Sumsel (SPPS) dengan Gubernur  dicabut.  Pasalnya,  surat permintaan audiensi dengan Gubernur sudah diproses dan audiensi SPPS akan dilakukan dalam waktu dekat.

Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Iwan Gunawan mengatakan,  pihaknya sedang memproses surat permintaan audiensi tersebut.  “Surat permintaan audiensi ini banyak.  Salah,  kalau ada yang  ada yang menyatakan permintaan audiensi itu ditolak,” ujarnya.

Iwan berharap pihak SPPS bersabar.  Karena permintaan audiensi dengan Gubernur samgat banyak.   “Saya kan sudah jelaskan,  untuk bersabar.  Tunggulah,  ya sabar.  Karena sedang dipersiapkan waktu yang tepat,” inbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Koordinator SPPS Feri mengatakan,  penolakan pihak Pemprov atas audiensi yang diajukannya itu hal yang tidak benar.  Pasalnya,  banyak yang mengajukan audiens dan itu ditanggapi Gubernur.  “Kita ini pers,  mengajukan audiensi untuk menjaga hubungan baik dengan Gubernur.  Tapi kami ditolak, ” ujarnya.

Feri menmbahkan,  setiap hari selalu ada yang beraudiensi dengan Gubernur.  Namun,  pihaknya ditolak untuk beraudiensi.  “Kami ingin mengetahui visi dan misi Gubernur. Tapi seolah -olah tidak ada sambutan, ” ucapnya.

Menurutnya,  staff khusus media Gubernur tidak paham tentang media.  “Harusnya staff khusus Gubernur bidang media tau peran media.  Kami ini terdiri dari 12 Pimred.  Harusnya dia mengerti kami, ” katanya.

Feri menambahkan,  Gubernur salah memilih staff khusus media.  Pasalnya,  staff khusus media Gubernur saat ini sebagai Caleg.  “Gubernur  salah kaprah memilih staff khusus media yang juga Caleg.  Itu manyalahi aturan, karena dia digaji pakai uang negara,” tegasnya.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Iwan Gunawan , dia membantah menolak audiensi dari SPPS.  ” Sudah masuk surat permohonannya.  Sabar lagi diatur, mungkin senin atau selasa jika lowong permohonan. Permohonan audiensi ado 950 surat masuk.  Sabar” pungkasnya.

Sementara itu pemerhati politik Bhagindo Togar memberikan ulasan sebagai berikut. Sangat disayangkan Organisasi Media Massa Serikat Pimred & Perusahaan Media Sumsel ( SPPS ) yang berkeinginan menjalin Silahturahim dengan Gubenur Provinsi Sumsel melalui jalur Audiensi, ternyata belum juga direspon dengan Baik. Buktinya Pihak SPPS hingga saat ini belum diberikan Jadwal pertemian yang pasti oleh OPD terkait mengatur Audiensi itu. Belum jelas jawaban penyebabnya. Sulit untuk dipahami, karena surat permohonan tersebut telah diajukan sejak 2 bulan lebih yang lalu. Sepertinya, pihak OPD pemerintahan Provinsi, tidak menyadari telah melakukan Kelalaian Administrasi dan luput dari rentang birokrasi yang efektif juga melayani. Para aparat birokrasi sepantasnya menyadari bahwa komunikasi antar lembaga berperan penting dalam menyampaikan segala rencana serta kinerja pemerintah terhadap Masyarakat, tapi bila pihak lembaga terkesan membuat jarak seperti ini , akan berimplikasi buruk terhadap harmonisasi maupun kordinasi pemerintah daerah dengan Pers sebagai representasi massa sebagai pilar ke empat Demokrasi. Untuk itu Gubernur diharapkan bereaksi cepat dan tepat atas expektasi pihak SPPS kepada Pemprov, segera ambil memberi peringatan dan bertindak kepada para oknum birokrasi OPD Bagian Humas/ Protokol, sehingga tidak akan pernah terulang kembali, terhadap pihak manapun serta kapanpun. Sebab esensi fungsi Birokrasi Pemerintahan adalah Melayani bukan Dilayani. (Yanti)

Leave a Reply