Kader Golkar di Persilahkan Calonkan Diri Sebagai Ketua DPD

Palembang, jurnalsumatra.com – Kursi Ketua DPD Golkar Sumsel sangat prestisius bagi kader Golkar Sumsel, untuk dapat mencalonkan diri sebagai ketua DPD maka para kandidat harus memiliki 30 persen dukungan dari pemilik suara sah.

“Pemilik suara ada 23  suara, maka untuk nyalon harus memiliki dukungan 30 persen dari pemilik suara,”kata ketua Steering Comite (SC) Musda DPD Golkar Sumsel, Anita Neoringhati didampingi anggota SC lainnya saat jumpa pers di DPD Golkar Sumsel, Rabu (26/2/2020).

Dilanjutkan Anita, 23 suara pemilik suara yaitu pusat, sayap partai, DPD Golkar Sumsel dan ketua DPD partai Golkar kabupaten/kota. Jika 50 persen dukungan maka akan aklamasi namun jika tidak dilakukan votting tertutup.”Yang diutamakan kader dan menjadi pengurus partai selama 5 tahun,” katanya.

Bukan hanya itu saja,  para calon juga harus mengambil formulir untuk melengkapi syarat dan administrasi. Seperti KTP, ijazah S1 dan tidak pernah menjadi narapidana.”Mengambil formulir di DPD Golkar pada 27-28 februari,” kata  Anita.

Untuk pengembalian formulir dilakukan pada saat musyawarah daerah (musda) yang berlangsung di hotel Aston pada 29 Februari 1 Maret mendatang.

Dalam musda ini tidak hanya  memilih Ketua DPD  periode 2020-2025 saja, namun musda ke 10 ini juga  membuat program kerja mendengarkan pertanggungjawaban dari kepengurusan 2015-2020.

Pantauan   bebeberapa kandidat menyarankan akan maju sebagai ketua DPD ada nama bupati Muba Dodi Reza, Wagub Sumsel Mawardi Yahya, Ridho Yahya walikota Prabumulih dan sejumlah kandidat lainnya.(udy)