Kades Mambalan Nonaktif Dituntut Tiga Tahun

     Mataram, jurnalsumatra.com – Kepala Desa Mambalan nonaktif Lalu Ahmad Yudni, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, selama tiga tahun penjara.
Tuntutan itu karena diyakini terbukti bersalah melakukan pungutan liar dari pemohon pengurusan sertifikat tanah melalui Program Agraria Nasional (Prona) tahun 2016.
Dalam tuntutannya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Mataram, tim JPU dari Kejari Mataram yang diwakilkan Komang Prasetya, Senin, menambahkan tuntutan kepada terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp150 juta.
“Apabila terdakwa tidak sanggup membayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” kata Komang.
Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Anak Agung Ngurah Rajendra, JPU meyakinkan terdakwa telah melanggar Pasal 8 Undang-Undang RI Nomir 20/2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sangkaan pidana itu diterapkan karena dalam persidangannya dilihat bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa terdakwa Lalu Ahmad Yadni telah melakukan pemungutan terhadap 258 pemohon sertifikat dengan kisaran Rp100 ribu sampai Rp150 ribu.

     Dari ratusan pemohon sertifikat yang berasal dari Desa Mambalan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, terdakwa melakukan pemungutan dalam periode Januari hingga Agustus 2016 dengan jumlah keseluruhannya mencapai Rp111,5 juta.
Kemudian dari jumlah keseluruhan nominal pungutan, Rp41,2 juta telah disalurkan untuk operasional desa, diantaranya dipergunakan untuk konsumsi, sumbangan penerangan jalan, kegiatan gotong-royong, serta santunan anak yatim.
Selain itu, sebagian nominal pungutan juga dipergunakan untuk administrasi Prona tahun 2016, dengan biaya sebesar Rp4,5 juta. Ada juga disalurkan untuk operasional perangkat desa yang dicairkan dalam bentuk honor, insentif, dan pinjaman.
Selanjutnya, sebagian nominal sebesar Rp21,4 juta telah berhasil disita sebagai barang bukti oleh penyidik Kepolisian Resor Mataram.(anjas)

Leave a Reply