Kades OKUTimur Kembali Bermasalah Dengan Hukum

OKUTimur, jurnalsumatra.com  -Lagi- lagi Kepala Desa di Kabupaten OKU Timur bermasalah kali ini Kepala Desa Saung Dadi kecamatan BP Peliung Kabupaten OKU Timur Kades yang bernama Slamet Riyadi(53)kelahiran Kediri Jawa Timur pada 17 Januari 1967, terkait kasusTindak Pidana Korupsi terhadap penyalahgunaan dana desa (APBN) tahun 2017 dan tahun 2018.

Kepala desa Saungdadi Kecamatan BP Peliung Kabupaten OKU Timur,Slamet Riyadi akan di jerat  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 dan Pasal 9 UU No 31 th. 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 th. 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Penangkapan Kades Slamet Riyadi sendiri berdasarkan atas dasar Laporan Polisi nomor : LP-A / 67 / VIII /2019/ Sumsel / OKUT, tgl 15 Agustus 2019

Seperti di ketahui sebelumnya Kades Saung Dadi tersebut Di duga menyalah gunakan bantuan dana desa (APBN) tahun 2017 dan tahun 2018 yang diterima oleh desa Saungdadi Kecamatan BP Peliung Kabupaten OKU Timur oleh Kepala Desa Saungdadi  SLAMET RIYADI dengan cara tidak melaksanakan penggunaan dana desa sesuai dengan aturan yang telah dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sehingga terdapat perbuatan melawan hukum dan negara telah dirugikan sebesar Rp. 413.780.000,-


Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH.SIK melalui Humas Polres OKU Timur Iptu Yuli membenarkan penangkapan Kades Slamet Riyadi di Desa kelahiran  pada hari Selasa Tanggal 17 maret 2020 sekira jam 03.00 wib telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka di tempat persembunyiannya yang berada di Kediri (Jawa timur), Pada saat dilakukan penangkapan tersangka tanpa perlawanan dan tersangka mengakui perbuatannya.

Sedangkan barang- barang bukti  yang telah di amankan adalah
– Rekening koran desa Saungdadi th. 2017 dan 2018.
– LPJ dan SPJ penggunaan dana desa th. 2017 dan 2018
– dokumen pencairan dana desa th. 2017 dan 2018
– Rek.bumdes dan dokumen bumdes serta kwitansi peminjaman dana bumdes

Selanjutnya Kades Saung Dadi Slamet Riyadi (53) sekarang dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut dan akan mempertanggung jawab kan perbuatannya yang telah mengkorupsi dana desa tersebut,terang Iptu Yuli.(iwn)