Kadis: Stok Obat Tersedia Untuk Korban Bencana

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dr Ari Wijana mengatakan stok obat sangat tersedia di puskesmas sebagai lokasi terdekat warga terdampak bencana hujan diserta badai yang terjadi Kamis 2 November.
“Stok yang tersedia di Puskesmas Sikumana masih cukup dan jika memang masih dibutuhkan akan langsung didorong dari dinas,” kata dr Ari, Jumat, menjawab ketersediaan obat bagi warga korban bencana hujan disertai badai yang melanda RT 01, RW 03 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis 2 November kemarin.
Menurut dia, secara rutin, Dinas Kesehatan Kota Kupang memasok stok obat ke semua puskesmas dan puskesmas pembantu di seluruh wilayah itu. Dengan begitu, maka kondisi obat-obatan di puskesmas, khususnya Puskesmas Sikuman sangat tersedia. “Kecuali jika situasi berbeda dimana kebutuhan obat yang diperlukan warga korban melampauai stok yang ada, maka akan langsung kita tambahkan,” katanya.
Selain obat-obatan, fasilitas kesehatan, paramedis dan dokter yang ada di Puskesmas Sikuman juga sangat siap. Puskesmas Sikumana bahkan telah memiliki fasilitas ruangan rawat inap. “Jadi jika memang diperlukan ada korban yang butuh perawat intensif dengan menginap, maka bisa diinapkan,” katanya.
Sampai saat ini belum ada terlapor korban bencana yang dirawat intensif. Namun demikian pemantauan melalui pemeriksaan kesehatan terus dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga korban bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang mencatat 123 rumah warga di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur rusak terdampak hujan badai yang terjadi, Kamis (2/11) siang kemarin.

     Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) Kota Kupang Ade Manafe mengatakan, dari jumlah 123 unit rumah yang rusak itu, yang terkategori rusak berat berjumlah 34 unit, rusak sedang 67 unit dan rusak ringan sebanyak 22 unit rumah.
Selain rumah, warga yang terdampak bencana yang melanda warga di RT 01, RW 03 itu berjumlah 108 orang dengan tiga orang di antaranya adalah balita. “Semuanya sudah bisa diamankan dan tidak mengalami korban jiwa,” katanya.
Pemerintah Kota Kupang melalui BPBD sudah menyalurkan sejumlah bantuan sebagai tanggap darurat bagi para korban bencana hujan badai itu, sambil menanti aksi bantuan permanen yang masih akan dilakukan pascamenghitung jumlah kerugian dan kebutuhan warga terdampak.
Sejumlah bantuan sebagai tanggap darurat yang sudah disampaikan ke warga terdampak, antara lain, terpal, family kit, kidware, pakaian, makanan siap saji dan sejumlah obat-obatan.
Ade mengatakan, para korban masih tetap bertahan di rumah masing-masing dan tidak diungsikan. “Warga masih bertahan di rumahnya masing-masing. Bagi yang atapnya roboh dibantu terpal untuk menggantikan atap rumahnya,” kata Ade.
Dia berharap warga untuk terus mewaspadai badai susulan dan langsung melaporkan segala kejadian yang dialami ke posko BPBD atau ke aparat pemerintah kelurahan untuk segera diberikan penanganan. “Kita akan langsung memberi respon segera untuk memastikan tidak terjadi korban jiwa,” kata Ade.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 3 =