Kakanwil Ingatkan ASN Kemenag Sulsel Wajib Netral

    Makassar, jurnalsumatra.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Wahid Thahir kembali mengingatkan Aparat Sipil Negara wajib menjaga netralitasnya dan cerdas memilih di tahun politik ini.
“Dalam situasi seperti ini, ASN Kemenag wajib menjaga netralitasnya, kita semua harus tampil sebagai sosok yang memberikan ketenangan pada umat bukan malah jadi provokator,” kata Wahid, Minggu.
Ketua Forum Kakanwil se-Indonesia ini meminta para pejabat dan aparaturnya agar cerdas dalam melihat, melaksanakan dan menyelesaikan sebuah persoalan, terlebih di tahun politik saat ini.
Selain itu dirinya menyebutkan dalam paparannya ketika membuka Rapat Kerja di Kabupaten Soppeng, Sulsel, bahwa ada tiga  model di institusi Kemenag Sulsel harus dijaga dan ditingkatkan, yakni indeks pelayanan, pembinaan dan kualitas “output”-nya.
“Seperti program penyelenggaraan haji dan umrah, pembinaan pondok pesantren dan madrasah serta memastikan kerukunan umat beragama di wilayah kerja kita terjalin baik,” katanya.
Aparatur Kemenag, kata dia, harus jadi referensi utama bagi Instansi dan umat dimanapun bertugas, kalau diperlukan mewarnai setiap kegiatan yang bersentuhan dengan kepentingan publik.
Sementara di sisi lain, Kementerian Agama tahun ini menangani 11 program prioritas dan kegiatan inovatif yang orientasinya memihak kepada umat serta harus dilaksanakan dengan semangat kekerabatan, kebersamaan dan dialogis, lintas segmen serta mengena sasaran tahun ini.

Kesebelas item tersebut, yakni  E-Goverment yang tujuannya memutus dan mengefesienkan mata rantai pelayanan publik. Kemudian Sapa atau Sarapan Bersama Penyuluh Agama. Netralitas ASN dalam partai maupun pilkada.
Selanjutnya, Salam  atau Silaturrahmi Dengan Lembaga Keagamaan. Ngopi atau Ngobrol Pendidikan Islam. Jamarah atau Jagong Masalah Umrah dan Haji. Berkah atau Belajar Rahasia Nikah.
Mengaji atau Mengasah Jati Diri Indonesia. Bina Kawasan Guru Kunjung. Halal Indonesia dan terakhir Moca Cyber Team yang bertugas membendung dan meluruskan setiap berita berita “hoax” terkait Kemenag.
Wahid meminta jangan ada satupun kegiatan dan program yang luput dari publikasi baik di media internal di Kemenag maupun media eksternal konvensional yang ada di sekitar.
“Karena kita memiliki tanggungjawab moral untuk menyampaikan ke publik atau umat  apa yang kita lakukan dan kerjakan, di sinilah fungsi kehumasan harus dioptimalkan,” kata nya.
Kakanwil berharap pejabat maupun aparatur lingkup Kemenag dimanapun berada wajib mengetahui seluk beluk daerah yang masuk wilayah kerjanya.
“Jangan sampai ada lokasi binaan yang terlewatkan sekalipun terpencil atau sulit dijangkau, ini salah satu implementasi dari wujud pelayanan prima kita kepada masyarakat,” katanya.(anjas)

Leave a Reply